Kesehatan Reproduksi Remaja
Pusat Informasi dan Pelayanan Remaja (PILAR) PKBI Jawa Tengah
Perilaku seksual remaja di Jawa Tengah sudah berada dalam tingkat “Siaga I”, yang sering disingkat KNPI (kissing, necking, petting, intercourse). Status ini merupakan temuan dari penelitian yang dilakukan PILAR PKBI Jawa Tengah. Tidak hanya itu, dalam catatan konseling yang dilakukan, sebagian besar remaja menungkapkan, making love sudah menjadi ritual dalam berpacaran. Alasannya, sebagai ungkapan sayang kepada pacarnya. Dari sinilah, PILAR merapatkan barisan untuk lebih aktif, interaktif, dan atraktif dalam memberikan pelayanan dan informasi mengenai kesehatan reproduksi bagi remaja.
Kantor Berita Alternatif untuk Isu Kesehatan Seksual, Reproduksi, Jender, dan HAM
Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Bali bersama 11 PKBI Provinsi lain mendirikan kantor berita alternatif untuk isu kesehatan seksual dan reproduksi, jender, dan hak asasi manusia (HAM) dengan nama SwaraNusa. Kantor berita berbasis online ini disambut sejumlah komunitas. Seperti, komunitas remaja, NGO, dan instansi pemerintah di Bali dengan menyatakan komitmen pengembangan content dan isu. Hal ini terangkum dalam diskusi diseminasi di kantor PKBI Bali, dua pekan silam.
Mengembangkan Jurnalisme Warga
Strategi Pengorganisasian Komunitas
Siswi Mengalami KTD Dilarang Ikut UN
Perlakuan tak adil dialami para remaja perempuan yang mengalami Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Pelarangan ini bisa dimaknai sebagai tindakan yang melanggar hak anak untuk mendapatkan pendidikan. Sebuah pelarangan yang akan menentukan masa depan remaja dalam kelanjutan pendidikannya.
Pengetahuan dan Pemahaman Kesehatan Reproduksi Remaja Kulonprogo
Riset Dampak Pendidikan Kesehatan Reproduksi di Yogyakarta
Penolakan Larangan Siswi KTD Mengikuti UAN
Satpol PP Kabupaten Sleman, Diadukan ke LBH Yogyakarta
Belum tuntas gugatan SUKMA terhadap Satpol PP di DPRD pekan lalu. Komunitas remaja jalanan Abakura Jombor Yogyakarta, mengalami kekerasan yang sama. Satpol PP pun diadukan ke LBH Yogyakarta dan melakukan konferensi pers di tempat sama (13/5).
Tinggal di Jalan, Karena Kegagalan Pemerintah Menyejahterakan Bangsa
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) masih melakukan sejumlah tindak kekerasan saat merazia anak remaja jalanan. Beberapa waktu lalu, pemukulan terhadap remaja jalanan di wilayah Jombor, Yogyakarta terjadi kembali. Tindakan represif tidak akan pernah menyelesaikan persoalan. Bahkan kontradiktif, karena melindungi dan menyejahterakan warga negara merupakan kewajiban pemerintah. Berikut wawancara Desi Susany dari Swara Nusa dengan Agus Sugesti, Ketua Suara Komunitas untuk Keberagaman (SUKMA).
Razia
Rendah, Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Mahasiswa
Pengetahuan mahasiswa mengenai kesehatan reproduksi menjadi terbatas. Pengetahuan, sikap dan perilaku seksual sehat mahasiswa minim. termasuk di kalangan mahasiswa kedokteran dan kesehatan. Hasil penenelitian yang dilakukan Jaringan Epidemiologi Nasional (JEN) sejak tahun 2005 menunjukkan fenomena ini.
"Harus ada upaya mengakrabkan pendidikan kesehatan reproduksi di kalangan mahasiswa, dan membentuk pusat informasi konseling kesehatan reproduksi mahasiswa," kata dr. Siti Pariani, Ph.D, dalam seminar bertajuk "Temu Nasional Kesehatan Seksual Mahasiswa" di Unika Soegijapranata Semarang, Selasa dan Rabu (26-27/5).
Seminar yang diikuti oleh 38 Perguruan Tinggi seluruh Indonesia ini, diselenggarakan Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi dan didukung Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, UNFPA, dan Ford Fondation.
Kini sudah saatnya informasi seksualitas yang benar dilakukan secara terpadu dan harus menjadi gerakan masyarakat. Hal ini untuk mencegah terjadinya persepsi yang salah di kalangan mahasiswa. "Ngapain pacaran kalau hanya pegangan tangan dan ciuman," kata Dr. Linda Trimurni Maas, MPH, Pembantu Rektor III Universitas Sumatera Utara.
Dalam keluarga, menurutnya, orang tua harus memberikan informasi seksual kepada anaknya secara detail dan benar. Terutama anak di masa remaja. Mereka akan bisa menghindari perilaku seksual tidak bertanggung jawab.
Pariani menambahkan, kalau mahasiswa mendapatkan pendidikan kespro yang benar, mereka akan mengerti secara detail bagaimana bentuk hubungan seks yang aman. Selama ini pengetahuan mahasiswa masih sangat rendah mengenai seksualitas. Seperti yang dikutip Prof. Charles Surjadi, PhD, berdasarkan hasil penelitian JEN di tiga kota (Semarang, Jakarta, dan Makassar) tahun 2008, hampir seperlima mahasiswa, tidak mengetahui hubungan seksual satu kali, dapat menyebabkan kehamilan. "Sangat memprihatinkan dan harus ada penanganan serius untuk memutus mata rantai tersebut," kata Charles, Ketua Program Kesehatan Reproduksi JEN.
Dr Sugiri Syarif, MPA, Kepala BKKBN Pusat, dalam sambutannya, menekankan agar masalah seksualitas tidak ditabukan. Soalnya, akan lebih berbahaya jika mahasiswa tidak mendapatkan pendidikan perihal seksualitas.
Meskipun menyadari makna pentinganya pendidikan kesehatan reproduksi, Sugiri Syarif mengakui, birokrasi pemerintahan masih rumit. Sulit merumuskan kebijakan terpadu dan terintegrasi mengenai pemberian informasi seksualitas kepada mahasiswa. "Saya mengapresiasi tinggi elemen mahasiswa dan kelompok masyarakat, terutama lembaga swadaya masyarakat, seperti PKBI, yang hingga kini concern pada pemberian informasi seksualitas," jatanya.
Jaringan Kespro Mahasiswa, Terkendala Kebijakan dan Teknis
Workshop "Mengembangkan Jaringan Mahasiswa Kesehatan Reproduksi" merekomendasikan pembentukan Jaringan Kesehatan Reproduksi Mahasiswa di Perguruan Tinggi. Menurut Slamet Riyadi Sabrawi, kendala kebijakan dan teknis bisa menghambat pengembangannya.
Menggandeng Pemangku Kepentingan
Kesehatan Reproduksi Menjadi Mulok, Perlu Kesiapan Berbagai Pihak
Meski informasi kesehatan reproduksi diakui sebagai kebutuhan remaja, rencana materi kesehatan reproduksi dalam kurikulum mulok (muatan lokal) masih menuai pro dan kontra. Sebagian pihak mempertanyakan, pantasnya dijadikan mulok atau sebatas diskusi kasus antar siswa.
Akses
Kita Pantas Merasa Bergembira
Semangat kebersamaan dan solidaritas yang tinggi, begitu terasa menjadi bagian dari denyut pelaksanaan ICAAP IX di Bali, Indonesia. Sebuah semangat dan kondisi yang harus terus menerus dipertahankan untuk menjadi kekuatan potensial dalam menghadapi dan mengembangkan upaya-upaya penanggulangan HIV dan AIDS di level Asia dan Pasifik.
Mengingatkan Kembali yang Sering Diabaikan
Data terakhir yang dirilis Badan Kemanusiaan PBB, korban meninggal dunia akibat tragedi gempa di Sumatra Barat mencapai angka sedikitnya 1.100 orang. Angka masih dimungkinkan bertambah, karena banyaknya korban yang belum bisa dievakuasi, termasuk beberapa orang yang masih hidup, tetapi terjebak dalam reruntuhan. Kita tentu saja menyesalkan respon yang tidak cepat dari pemerintah dalam menangani korban tragedi ini.
Pernyataan Sikap Pembakaran Pakaian Remaja Jalanan
Terputus Informasi, Kasus HIV dan AIDS Remaja Meningkat
Terputusnya informasi yang benar kepada remaja menjadi penyebab meningkatnya kasus HIV dan AIDS remaja. Untuk Indonesia mencapai 60% dari 17.699 kasus. Denty Piawai Nastitie, Youth Advisory Panel UNFPA menyampaikan kepada Swara Nusa, kemarin (28/10).
Sembilan Tuntutan Remaja Yogyakarta
Forum Komunitas Untuk Keberagaman (FKUB), aliansi SUKMA (Suara Komunitas Untuk Keberagaman) dan Youth Forum DIY melakukan aksi Hari Sumpah Pemuda, kemarin (28/10). Mengusung tema, '81 Tahun Terpasungnya Hak-Hak Remaja', mereka menutup mulut dengan kain hitam.
SPAY: Menuntut Segera Akui Pekerja Seks Sebagai Profesi
Tingginya kasus infeksi HIV di Yogyakarta, sampai September 2009 terdata sebanyak 839 kasus, merupakan dampak dari Stigma HIV dan AUDS sebagai persoalan amoral”. Lalu melahirkan perlakuan diskriminatif.
Pernyataan Sikap SPAY di Hari AIDS se Dunia
Tanpa Perspektif Gender dan HAM, Penanggulangan HIV dan AIDS Sia-sia
Puluhan orang dari beberapa organisasi berbasis komunitas (CBO) dan Civil Society Organization (CSO), yang tergabung dalam Solidaritas Peduli AIDS Yogyakarta (SPAY), melakukan aksi damai dengan turun ke jalan memperingati hari AIDS se Dunia, hari ini, di Yogyakarta.
Kasus Salah Obat, Kembali Terjadi di Yogyakarta
“Saya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan mengundang pihak Rumah Sakit dan jajarannya membahas hal ini," kata Drs. Riswanto, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Propinsi DIY. Hal itu disampaikannya berkaitan dengan kasus salah obat di Yogyakarta.
Memperkuat Jaringan Untuk Akses Layanan Kesehatan
Bekerjasama dengan UNFPA, PKBI Nusa Tenggara Barat mengembangkan mekanisme rujukan pemberian layanan Infeksi Menular Seksual (IMS), VCT, bagi mitra strategis PKBI NTB dalam program Pencegahan HIV dan AIDS di NTB.
Siaran Televisi Harus Ramah Anak dan Perempuan
Demikian yang berkembang dalam acara sosialisasi ”Penyiaran Ramah Anak dan Perempuan”. Kegiatan diselenggarakan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah dan Dharma Wanita Persatuan Jawa Tengah di Gedung Dharma Wanita Persatuan Jawa Tengah, Jalan Menteri Supeno Semarang, Rabu (6/1).
Penting, Pengetahuan Seks Sejak Dini
Pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini memacu timbulnya pemahaman keliru perihal seks bagi kalangan pelajar. Akibatnya, perilaku seks yang tidak bertanggung jawab dan menyebutnya sebagai hal biasa yang lumrah dilakukan.
Pendidikan Kesehatan Reproduksi, Isu Remaja yang Mendunia
Remaja saat ini menghadapi berbagai masalah kesehatan reproduksi dan seksual. Kehamilan Tidak Dikehendaki (KTD), aborsi tidak aman, penularan IMS dan HIV, kurangnya akses terhadap kontrasepsi menjadi fakta masalah yang dihadapi remaja.
Remaja Haus Informasi HIV dan AIDS
Sanggar Konsultasi Remaja (SKR) yang dikelola STAR (Youth Center PKBI Riau) mendapatkan respons positif dari sekolah-sekolah di Riau. Buktinya, akhir tahun lalu baru dua sekolah yang mengembangkan, awal tahun 2010 sudah 10 sekolah yang mengembangkan SKR.
Drs. Rizal Malik, MA: PKBI Harus Layani Warga yang Diabaikan
Ketika negara tak mampu memberikan layanan publik, tidak ada pilihan lain, kecuali menyerahkan pada pasar. Tetapi, pasar seringkali memiliki prinsip-prinsipnya sendiri. Warga benar-benar terbaikan dalam mendapatkan layanan publik, salah satunya, hak kesehatan reproduksi dan seksualnya.
Kasus Babe: Kegagalan Negara Melindungi Anak-anak
Kekerasan terhadap anak jalanan semakin meningkat beberapa tahun belakangan ini. Kasus mutilasi yang dilakukan Babe, di Jakarta awal tahun ini, menunjukkan anak-anak rentan menjadi korban kekerasan. Anak jalanan lebih rentan lagi, karena tidak ada sistem perlindungan bagi mereka.
Pernyataan tersebut disampaikan Agus Triyanto, yang dipanggil Trimbil dari Minority, Organisasi Komunitas Jalanan Yogyakarta, dalam aksi di Tugu Yogyakarta, kemarin.
Aksi yang didukung SUKMA, Pondok Pesantren Waria Al Fatah, Organisasi Jamal Sehat dan PKBI DIY, Minority melakukan aksi teatrikal, membagi bunga kertas, leaflet, flyer dan poster yang ditempel di partisi.
Agus menyatakan, aksi ini dipicu maraknya kasus kekerasan terhadap anak jalanan di Indonesia. Kasus Babe di Jakarta, membuat prihatin masyarakat, terutama Minority. Melalui momentum Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang, pada 14 Februari, Minority ingin mengajak segenap masyarakat khususnya pemerintah untuk melindungi hak-hak anak jalanan. ”Kasus Babe dan kekerasan terhadap anak jalanan di Yogyakarta, membuat Minority prihatin. Kekerasn terhadap anak jalanan harus segara dihentikan,” katanya.
Saat disinggung mengenai program pemerintah tentang perlindungan terhadap anak jalanan, Agus menyatakan, solusi yang ditawarkan pemerintah sangat tidak tepat. Razia pada anak jalanan agar anak jalanan kembali ke rumah merupakan program yang mengabaikan hak-hak anak jalanan. ”Memberikan perlindungan kepada anak jalanan tidak bisa dilakukan dengan razia dan memaksa mereka untuk pulang ke rumah,” katanya.
Minority menegaskan, mereka menolak Raperda Gepeng yang diwacanakan pemerintah. Karena Raperda itu dinilai tidak mampu menyelesaikan permasalahan anak jalanan. ”Raperda Gepeng harus ditolak. Raperda bukan solusi,” katanya.
Rumpi Remaja Sehat V di Bangli: Ketika Remaja Membicarakan Cinta
“Valentine bisa dimaknai seperti dua sisi mata uang, bisa berakibat baik maupun buruk. Jika tidak dapat memfilter diri, akan menjerumuskan ke arah yang salah," kata I Nengah Gianyar, Wakil Bupati Bangli, pekan silam, di Aula P3 Bangli.
Pemerintah NTB Dukung Pendidikan Kespro Masuk Kurikulum
Komitmen Pemerintah Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadikan Pendidikan Kesehatan Reproduksi menjadi kurikulum pantas diacungi jempol. Bekerja sama dengan LSM dan Dinas terkait, Pendidikan Kesehatan Reproduksi akan menjadi kurikulum sekolah negeri dan sekolah di Kota dan Kabupaten seluruh Provinsi NTB.
Dalam catatan Pemda NTB, beberapa lembaga yang telah menerbitkan buku mengenai pendidikan Kespro, misalnya, Departemen Kesehatan, BKKBN, UNFPA, dan PKBI. PKBI Daerah NTB sendiri telah bekerjasama dengan UNFPA menerapkan Pendidikan Kespro melalui kurikulum Muatan Lokal.
“Kami akan mencoba memasukkan Pendidikan Kespro melalui Pendidikan Umum. Sebagai percontohan kami akan mencoba di empat kabupaten yang ada di NTB,” kata Drs. H. Muchtar, Staff Pemda NTB yang juga menjabat Kepala Sekretariat KPA Propinsi NTB.
Berencana Menambah Asrama Perempuan
Para mantan pengguna narkoba masih sering dianggap sebagai sampah masyarakat. Akibatnya mereka kesulitan bermasyarakat. Padahal mereka yang telah keluar dari jeratan narkoba memiliki segudang pengalaman yang dapat dibagi dengan sesama. Berikut wawancara Dwi Prasetyo dari Swara Nusa dengan Ronald Ambrosius, Kepala Panti Rehabilitasi Narkoba "Galilea Miracle Center" Kalimantan Tengah tentang rehabilitasi narkoba.
Stigma Terhadap Anak Jalanan Harus Diubah
Stigma kepada anak jalanan, membuat sakit hati. Hendak protes, posisinya di lingkup sosial tidak memungkinkannya. Rian (14), anak yang sejak usia 6 tahun sudah hidup di jalan, mengatakan itu, seusai tampil bersama kelompok musik anak jalanan “Serambi” dalam Gelar Budaya Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Provinsi Jawa Tengah di Gedung Islamic Center Manyaran, Semarang, akhir pekan silam.
Konseling Bukan Pemberian Informasi
Pamuji, bukan nama sebenarnya (60) merasa bingung dengan statusnya, saat mendapat diagnosa HIV positif dari Balai Pengobatan Penyakit Paru-paru (BP4) Yogyakarta. Sekalipun ia telah mendapat rujukan dan mengakses layanan CST di RSUP. DR Sardjito. "Informasi yang diberikan belum Jelas," ujarnya di Griya lentera PKBI, kemarin.
Kampanye Cuci Tangan Yang Benar Warnai Hari Air Sedunia
BORDA Indonesia bersama LPTP Yogyakarta dan Female Radio FM, memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh setiap 22 Maret melalui acara bertajuk Grebeg Air (21/03). Kampanye ini diselenggarakan untuk mendesak pemerintah agar memperhatikan persoalan sanitasi bagi 2,5 juta orang yang belum mendapatkan akses sanitasi yang layak. Dian Purnomo, selaku Koordinator Acara, mengatakan sehubungan dengan Konferensi Tingkat Tinggi Air dan Sanitasi I bulan April mendatang di Washington DC, setiap orang harus ikut berpartisipasi untuk meminta pemerintah memprioritaskan persoalan air yang merupakan hajat hidup orang banyak. “Tidak ada seorangpun yang bisa hidup tanpa air kan," ujarnya.
Gerakan cuci tangan yang benar merupakan salah satu acara yang dikampanyekan dalam Grebeg Air di dusun Jethak II, Sidokarto, Sleman. Pola hidup sehat seperti kebiasaan mencuci tangan dengan benar penting dikampanyekan pada masyarakat sejak usia dini. Ia juga membenarkan cuci tangan merupakan salah satu pola hidup sehat yang disarankan pada orang yang terinfeksi HIV dan AIDS. Kebiasaan ini pastinya perlu didukung pada penyediaan air bersih yang tersedia dari lingkungan yang baik dan bersih pula. "Penataan Mandi Cuci Kakus (MCK) seharusnya menjadi perhatian pemerintah untuk terciptanya sanitasi lingkungan yang sehat", tutur Dian yang juga aktivis HIV dan AIDS ini.
MCK Plus yang dibangun BORDA Indonesia, menjadi salah satu proyek percontohan bagi pengelolaan lingkungan yang baik. Bio Pori yang diperkenalkan pada masyarakat juga merupakan percontohan bagi pembangunan pemukiman dan jalan dengan respan air yang baik. "Hal ini bisa dicontoh masyarakat lainnya di luar dusun Jethak II," ujar Koordinator LPTP dalam sambutannya.
Lima ratus enam puluh lima orang antrian MCK Plus merupakan cara mengkampanyekan pentingnya sanitasi lingkungan yang sehat. Selain penataan air dan MCK, kebersihan lingkungan juga menjadi isu utama yang diangkat dalam acara ini. Ketertiban membuang sampah serta penyediaan tempat sampah hingga proses pengolahan sampah juga dipamerkan di acara ini.
Ir.Pornomo, Wakil Bupati Kabupaten Sleman, menyambut baik acara Grebeg Air ini dan berpesan pada seluruh masyarakat, untuk mulai menghemat air bersih. Jangan sampai terjadi penghambur-hamburan air untuk kepentingan yang tidak penting. Ia mengingatkan masih banyak daerah yang kekurangan air bersih. "Penting bagi masyarakat untuk menolong sesama yang membutuhkan air bersih ini, selain itu menjaga lingkungan yang sehat dan bersih dengan merawat saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan," ujar Purnomo.
Kesehatan Reproduksi Remaja : Pemerintah Jangan Hanya Berwacana
Perkembangan teknologi dan informasi yang sangat pesat belakangan ini, memberikan banyak kontribusi dan pengaruh terhadap perkembangan pola pikir remaja, entah positif maupun negatif. Salah satunya, berpengaruh terhadap kehidupan seks mereka. Yang paling kentara saat ini adalah banyaknya remaja yang diketahui sudah melakukan hubungan seks pranikah. Bahkan, setiap tahunnya hal ini menunjukkan adanya tren peningkatan.
Anak Jalanan Bukan Pihak yang Harus Disingkirkan
“Buku sangat penting untuk menambah pengetahuan setiap anak, tak terkecuali anak jalanan. Sudah saatnya kita bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap anak jalanan, terutama lewat penyediaan buku bagi mereka,” kata Sita, Public Relation Eksternal HMJ Ilmu Komunikasi FISIP Undip, Kamis (8/4).
Meluaskan Akses bagi Remaja, Diadakan Pemilihan Duta Mahasiswa
Akses informasi kesehatan reproduksi remaja harus menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Riau. Hal ini disampaikan Retno Mayangsari, Direktur Pelaksana Daerah (Dirpelda) PKBI Riau yang juga menjadi Dewan Juri dalam kegiatan ini, saat mengomentari Pemilihan Duta Mahasiswa untuk Pemberian Informasi Kesehatan Reproduksi Remaja, di Kantor BKKBN Provinsi Riau, pekan silam.
Setiap Jam 2 Pecandu Meninggal Dunia
Stigma dan diskriminasi terhadap korban penyalahgunaan narkoba di tanah air masih terus terjadi. Mereka dipandang sebagai pelaku kriminal, padahal mereka korban yang harus mendapatkan pertolongan. Sudah saatnya stigma dan diskriminasi itu dihilangkan.
Lies Marcoes-Natsir, MA: Mitos Seksualitas di Kalangan Santri
"Tiga hal penting berkaitan dengan Kesehatan Reproduksi, didengarkan suaranya, mendapatkan informasi dan mendapatkan layanan," kata Lies Marcoes-Nastsir, saat memfasilitasi Workshop Penyusunan Modul Pelatihan Kesehatan Reproduksi bagi Santri, yang diselenggarakan Fahmina Institut di Cirebon, pada tanggal 18-19 Mei 2010.
Meningkat, Kasus KTD Remaja di Semarang
“Alur dan konsep cerita kaya akan ide dan proses pembelajaran bagi remaja. Acara ini mestinya sering diselenggarakan untuk meminimalisasi dampak buruk dari pergaulaan bebas yang kini makin marak,” kata Ian (21) mahasiswa IAIN Walisongo Semarang.
MOS Positif bagi Siswa Baru MTs Miftahussaadah
SEMARANG- Madrasah Tsanawiyah (MTs) Miftahussaadah Wonolopo Mijen membekali para siswa baru dengan materi bahaya penyalahgunaan napza dan hubungan seks yang tidak sehat, serta pengenalan perkembangan fisik dan psikis di aula sekolah, Jumat (16/7). Fasilitator dari Yayasan Harapan Permata Hati Kita (Yakita), Moh Saman tampak interaktif menyampaikan dengan sesekali diselingi permainan dan pemutaran film animasi tentang penyalahgunaan napza.
Anak Jateng Dilatih Kepemimpinan
Anak-anak yang berumur maksimal 18 tahun tersebut tergabung dalam Forum Anak Jawa Tengah (FAN), mengikuti pelatihan kepemimpinan, berdemokrasi dan hal-hal yang berkaitan dengan hidup sehat, mental, kepribadian dan peduli lingkungan. Adapun fasilitastor kegiatan terdiri dari LPA Jateng, Perisai, Lppa dan Yayasan Setara.
FAN Jateng merupakan forum yang dikelola oleh anak-anak untuk menyalurkan aspirasi anak, tempat berpartisipasi dan berkomunikasi anak.
Dalam kongres tersebut juga dilakukan pemilihan pengurus baru sekaligus persiapan menyambut peringatan Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2010 yang dipusatkan di Kebumen, bersamaan dengan Hari Keluarga (Harganas) dan Hari Gotong Royong. Hal itu dikatakan Dra Maria dari Badan Koordinator Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (BKP3AKB )
Kabid Kesejahteraan Perlindungan Anak dari BKP3AKB, Heri Indrayanto SH berpesan agar anak-anak pandai membawa diri dan tak henti berjuang untuk kebaikan.
"Pembangunan di Jateng terletak di pundak kalian," ujarnya usai menyerahkan sertifikat pada para pengurus terpilih.
Menjadi Remaja Bertanggung Jawab, Jambore Kesehatan Reproduksi Remaja 2010
Banyaknya institusi pendidikan di tingkat dasar sampai perguruan tinggi di Kabupaten Sleman membuat sejumlah pihak merasa khawatir akan dampak yang mungkin muncul dari pergaulan seperti hubungan seks yang tidak aman. "Menyadari keadaaan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mengadakan Jambore Kesehatan Reproduksi Remaja,” ungkap Iir, salah seorang fasilitator Jambore Kesehatan Reproduksi Remaja, 28-29 Juli 2010.
Youth Day, PKBI Kalteng Gelar Debat Remaja
Memperingati hari remaja internasional (International Youth Day), PKBI Kalimantan Tengah menyelenggarakan debat remaja antar sekolah. Isu virginitas dan pornografi diangkat sebagai topik utama dalam debat remaja yang dilaksanakan Sabtu (7/8). Staff PKBI Kalteng, Jailani, mengatakan, "Virginitas dan pornografi diangkat untuk melihat daya nalar para remaja dalam menanggapi isu tersebut, dan bagimana menjaga sikap mereka."
Sebelumnya, isu virginitas dan pornografi menjadi topik yang ramai diperbincangkan para remaja dalam pelatihan Pusat Informasi dan Konseling-Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR) PKBI Kalteng beberapa bulan lalu. "Ketika para remaja berhadapan dengan yang namanya virginitas, angan-angan mereka lalu menunjuk kepada seks bebas dan perilaku pacaran. Begitu juga dengan pornografi, yang saat ini selalu menghantui remaja karena sifat ingin tahu mereka," tambah Jailani.
Launching YOTHA di Hari Remaja Internasional
Dua belas Agustus 2010 merupakan peringatan Hari Remaja International yang ditetapkan oleh PBB. Bertepatan dengan hari tersebut, Youth Association (YOTHA) memperkenalkan dirinya kepada publik dengan melakukan launching, pemotongan tumpeng, dan panggung ekspresi. Kegiatan yang diadakan di Old Friends Cafe ini juga diisi dengan buka puasa bareng dan penampilan seni dari para remaja.
-
Pelaku Kekerasan Terhadap Perempuan Harus DikucilkanKekerasan terhadap perempuan terus meningkat. Upaya menguranginya sudah dilakukan. Apakah upaya yang dilakukan memang tidak efektif? Hadziq Jauhary dari Swaranusa, melakukan wawancara khusus dengan Evarisan, SH, MH, aktivis hak asasi perempuan dari Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia [LRC-KJHAM].
-
Organisasi Komunitas Sebagai Basis GerakanGerakan LGBT belakangan ini semakin menguat. Di sisi lain, stigmatisasi juga semakin mengeras. Bagaimana startegi komunitas LGBT dalam menghapuskan stigma dan diskriminasi? Berikut wawancara Hadziq Jauhary dari Swaranusa Biro Jawa Tengah, dengan Orie Lesmana, aktivis hak asasi manusia dari komunitas gay.
Bagaimana gerakan LGBT belakangan ini? -
Berencana Menambah Asrama PerempuanPara mantan pengguna narkoba masih sering dianggap sebagai sampah masyarakat. Akibatnya mereka kesulitan bermasyarakat. Padahal mereka yang telah keluar dari jeratan narkoba memiliki segudang pengalaman yang dapat dibagi dengan sesama. Berikut wawancara Dwi Prasetyo dari Swara Nusa dengan Ronald Ambrosius, Kepala Panti Rehabilitasi Narkoba "Galilea Miracle Center" Kalimantan Tengah tentang rehabilitasi narkoba.
- 02 08 10 - Imroatus Sholihah:
Masalah penyimpangan perilaku seks di kalangan remaja BUKAN karena kurang pendidikan seks, TAPI KARENA remaja tidak paham aturan agama, mana yang halal, mana yg haram. Bgaimana dia punya pedoman dalam bergaul. Masalah remaja timbul karena sistem liberal dan karut marut di negara ini. - 02 08 10 - Imroatus Sholihah:
Masalah penyimpangan perilaku seks di kalangan remaja BUKAN karena kurang pendidikan seks, TAPI KARENA remaja tidak paham aturan agama, mana yang halal, mana yg haram. Bgaimana dia punya pedoman dalam bergaul. Masalah remaja timbul karena sistem liberal dan karut marut di negara ini. - 12 06 10 - ilahtea:
kawan2 swaranusa, kita jadikan isu ini menjadi isu nasional yuk. kumpulkan artikel dan data2 dari berbagai daerah tetang pentingnya pendidikan seks. - 11 06 10 - ridho:
justru karena pemerintah tidak memberikan informasi yg memadai untuk remaja, jadinya remaja mencari informasi yang salah tentang kesehatan reproduksi - 11 06 10 - galink:
pendidikan seks kan bukan pendidikan buat ngajarin seks? gimana tho?? - 10 06 10 - ilahtea:
kawan, perlukah pendidikan seks di sekolah?? kayanya setuju sama mentri pendidikan., anak2 dah lebih jago ngeseks dari film bokep dibanding harus diajarin di sekolah ^_^ - 06 06 10 - galink:
benar, negara belum memberikan kontribusi, malah terus melakukan diskriminasi pada LGBT - 05 06 10 - ilahtea:
hanya ada 1 harapan yang tersisa di negri ini.... cinta!!! - 01 06 10 - cornel:
negara kita blm bsa kasih konstribusi buat LGBT, bagaimana tanggapan kalian? - 19 05 10 - wete:
ada problem multikulktural di tengah masyarakat indonesia, meskipun ada pendidikan karakter sifatnya masih lip service... - 08 05 10 - polo:
terus berjuang - 07 02 10 - heni:
toleransi itu penting!!!! - 28 12 09 - Hadziq:
Indahnya dunia kalau kita saling toleransi. Indahnya hidup kalau kita saling menghargai.









