Hanya Pengingat, Tidak Lebih
Proses panjang, 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan telah dilalui bersama. Berbagai kreasi dimunculkan untuk memperingati berbagai hari penting, mulai dari 25 Nopember, 1 Desember dan 10 Desember. Untuk tahun 2009 amat terasa, dua hari penting lain yang tahun sebelumnya tak begitu terasa denyutynya, Hari Difabel dan Hari Anti Korupsi.
Mengingatkan Kembali yang Sering Diabaikan
Data terakhir yang dirilis Badan Kemanusiaan PBB, korban meninggal dunia akibat tragedi gempa di Sumatra Barat mencapai angka sedikitnya 1.100 orang. Angka masih dimungkinkan bertambah, karena banyaknya korban yang belum bisa dievakuasi, termasuk beberapa orang yang masih hidup, tetapi terjebak dalam reruntuhan. Kita tentu saja menyesalkan respon yang tidak cepat dari pemerintah dalam menangani korban tragedi ini.
Saatnya Menimbang Ulang Kewenangan KPA
Kabar tidak sedap, dan cenderung memalukan terdengar santer kembali. Tidak saja soal persoalan klasik tentang ketersediaan ARV, tetapi masih terjadinya penolakan rumah sakit terhadap teman-teman yang terinfeksi HIV ataupun mereka yang berstatus AIDS.
Terinfeksi HIV, Bagaimana Ketika Tidak Berpuasa
Bulan puasa sering dijadikan momentum bagi terminasi perjalanan hidup manusia. Setidaknya, karena setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, kaum muslimin akan mencapai pada putaran titik nol kehidupan, suci seperti saat dilahirkan dari rahim perempuan. Ia yang polos, ia yang apa adanya. Hanya teriakan tangis, memecahkan keheningan dan kegalauan hati orang-orang yang menantinya.
Menguji Komitmen Para Pemimpin di Asia dan Pasifik
Perhetalatan akbar yang menelan biaya milyaran rupiah berakhir hari ini. Kongres Internasional tentang AIDS di Asia dan Pasifik, forum regional yang diletakkan atas berbagai harapan komunitas yang terinfeksi HIV di wilayah ini.
Kita Pantas Merasa Bergembira
Semangat kebersamaan dan solidaritas yang tinggi, begitu terasa menjadi bagian dari denyut pelaksanaan ICAAP IX di Bali, Indonesia. Sebuah semangat dan kondisi yang harus terus menerus dipertahankan untuk menjadi kekuatan potensial dalam menghadapi dan mengembangkan upaya-upaya penanggulangan HIV dan AIDS di level Asia dan Pasifik.
Siswi Mengalami KTD Dilarang Ikut UN
Perlakuan tak adil dialami para remaja perempuan yang mengalami Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Pelarangan ini bisa dimaknai sebagai tindakan yang melanggar hak anak untuk mendapatkan pendidikan. Sebuah pelarangan yang akan menentukan masa depan remaja dalam kelanjutan pendidikannya.
-
Pelaku Kekerasan Terhadap Perempuan Harus DikucilkanKekerasan terhadap perempuan terus meningkat. Upaya menguranginya sudah dilakukan. Apakah upaya yang dilakukan memang tidak efektif? Hadziq Jauhary dari Swaranusa, melakukan wawancara khusus dengan Evarisan, SH, MH, aktivis hak asasi perempuan dari Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia [LRC-KJHAM].
-
Organisasi Komunitas Sebagai Basis GerakanGerakan LGBT belakangan ini semakin menguat. Di sisi lain, stigmatisasi juga semakin mengeras. Bagaimana startegi komunitas LGBT dalam menghapuskan stigma dan diskriminasi? Berikut wawancara Hadziq Jauhary dari Swaranusa Biro Jawa Tengah, dengan Orie Lesmana, aktivis hak asasi manusia dari komunitas gay.
Bagaimana gerakan LGBT belakangan ini? -
Berencana Menambah Asrama PerempuanPara mantan pengguna narkoba masih sering dianggap sebagai sampah masyarakat. Akibatnya mereka kesulitan bermasyarakat. Padahal mereka yang telah keluar dari jeratan narkoba memiliki segudang pengalaman yang dapat dibagi dengan sesama. Berikut wawancara Dwi Prasetyo dari Swara Nusa dengan Ronald Ambrosius, Kepala Panti Rehabilitasi Narkoba "Galilea Miracle Center" Kalimantan Tengah tentang rehabilitasi narkoba.
- 02 08 10 - Imroatus Sholihah:
Masalah penyimpangan perilaku seks di kalangan remaja BUKAN karena kurang pendidikan seks, TAPI KARENA remaja tidak paham aturan agama, mana yang halal, mana yg haram. Bgaimana dia punya pedoman dalam bergaul. Masalah remaja timbul karena sistem liberal dan karut marut di negara ini. - 02 08 10 - Imroatus Sholihah:
Masalah penyimpangan perilaku seks di kalangan remaja BUKAN karena kurang pendidikan seks, TAPI KARENA remaja tidak paham aturan agama, mana yang halal, mana yg haram. Bgaimana dia punya pedoman dalam bergaul. Masalah remaja timbul karena sistem liberal dan karut marut di negara ini. - 12 06 10 - ilahtea:
kawan2 swaranusa, kita jadikan isu ini menjadi isu nasional yuk. kumpulkan artikel dan data2 dari berbagai daerah tetang pentingnya pendidikan seks. - 11 06 10 - ridho:
justru karena pemerintah tidak memberikan informasi yg memadai untuk remaja, jadinya remaja mencari informasi yang salah tentang kesehatan reproduksi - 11 06 10 - galink:
pendidikan seks kan bukan pendidikan buat ngajarin seks? gimana tho?? - 10 06 10 - ilahtea:
kawan, perlukah pendidikan seks di sekolah?? kayanya setuju sama mentri pendidikan., anak2 dah lebih jago ngeseks dari film bokep dibanding harus diajarin di sekolah ^_^ - 06 06 10 - galink:
benar, negara belum memberikan kontribusi, malah terus melakukan diskriminasi pada LGBT - 05 06 10 - ilahtea:
hanya ada 1 harapan yang tersisa di negri ini.... cinta!!! - 01 06 10 - cornel:
negara kita blm bsa kasih konstribusi buat LGBT, bagaimana tanggapan kalian? - 19 05 10 - wete:
ada problem multikulktural di tengah masyarakat indonesia, meskipun ada pendidikan karakter sifatnya masih lip service... - 08 05 10 - polo:
terus berjuang - 07 02 10 - heni:
toleransi itu penting!!!! - 28 12 09 - Hadziq:
Indahnya dunia kalau kita saling toleransi. Indahnya hidup kalau kita saling menghargai.









