Desa Hargorejo Juarai Lomba Desa Peduli Anggaran Kesehatan Reproduksi
Launching YOTHA di Hari Remaja Internasional
Dua belas Agustus 2010 merupakan peringatan Hari Remaja International yang ditetapkan oleh PBB. Bertepatan dengan hari tersebut, Youth Association (YOTHA) memperkenalkan dirinya kepada publik dengan melakukan launching, pemotongan tumpeng, dan panggung ekspresi. Kegiatan yang diadakan di Old Friends Cafe ini juga diisi dengan buka puasa bareng dan penampilan seni dari para remaja. ...selengkapnya
IWAYO: Membangkitkan Kembali Raksasa Pejuang Hak Komunitas
“Harapan kami ini tentunya waria bisa diterima di masyarakat, bisa diakui oleh pemerintah, didukung semua kegiatannya, dan bisa diberi tempat di lapangan kerja mana saja” ujar Ketua IWAYO (Ikatan Waria Yogyakarta), Maryani. Harapan yang cenderung ‘biasa’ terdengar, namun itulah yang menjadi nafas organisasi IWAYO dalam memperjuangkan hak-hak waria sebagai gender ketiga. Menurut Maryani, image yang selama ini terbentuk di masyarakat juga tak pelak memang buah dari perbuatan waria, namun waria gadungan. “Mereka (waria gadungan, red.) berpura-pura jadi waria, berpakaian seperti perempuan, tapi ternyata garong yang berbuat jahat, jadi sangat merusak citra waria yang sebenarnya.” ...selengkapnya
KDRT Dipicu Masalah Ekonomi
Peningkatan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), berdasarkan pengamatan dan kunjungan langsung pada korban, dipicu masalah ekonomi. Hal ini diungkap Dra. Emy Pudjia, Kepala Bagian Peningkatan Kesejahteraan Keluarga dan Perlindungan Anak (BPPA) Kobar. ...selengkapnya
Jamkesdaduk, 65 Persen Sudah Terserap
Menurut data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Barat, pada semester pertama 2010 , serapan dana Jaminan Kesehatan Dasar Penduduk (Jamkesdaduk) atau jaminan dasar kesehatan gratis yang hanya menggunakan Kartu Penduduk untuk mengaksesnya, telah mencapai Rp790 juta, aau terserap 65% dari dana yang dianggarkan tahun ini sebanyak Rp1,27 miliar.
...selengkapnya
Peserta KB meningkat, Jumlah Kemiskinan Menurun
Data dari BKKBN pusat yang diperoleh dari Maryanto SE, Kepala Bidang KB dan Kesehatan, Badan Pemberdayaan Perempuan, Anak, dan Keluarga Berencana (BPPA-KB) Kabupaten Katingan menunjukkan bahwa Kabupaten Katingan berhasil menjalankan program KB Nasional. Kriteria keberhasilan tersebut menurut Maryanto diantaranya adalah meningkatnya jumlah peserta KB, semakin bagusnya dalam pembinaan pasangan usia subur, serta kian meningkatnya program pembangunan keluarga sejahtera. ...selengkapnya
Menjadi Remaja Bertanggung Jawab, Jambore Kesehatan Reproduksi Remaja 2010
Banyaknya institusi pendidikan di tingkat dasar sampai perguruan tinggi di Kabupaten Sleman membuat sejumlah pihak merasa khawatir akan dampak yang mungkin muncul dari pergaulan seperti hubungan seks yang tidak aman. "Menyadari keadaaan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mengadakan Jambore Kesehatan Reproduksi Remaja,” ungkap Iir, salah seorang fasilitator Jambore Kesehatan Reproduksi Remaja, 28-29 Juli 2010.
...selengkapnya
YOTHA, Remaja Bersatu Memperjuangkan Haknya
Remaja adalah suatu periode transisi dari masa kanak-kanak ke remaja. Berbagai budaya dan organisasi memiliki konsep tersendiri mengenai rentang usia remaja. Agar semua terakomodasi, PKBI mengambil batas usia terendah (10 tahun) dan batas usia tertinggi (24 tahun) untuk remaja. Dengan batasan tersebut, ternyata pada tahun 2000-2005, jumlah remaja di Indonesia sebesar 64 juta jiwa dari populasi sebanyak 222 juta jiwa (Biro Pusat Statistik). Remaja-remaja tersebut tersebar di perkotaan dan pedesaan, dengan tingkat pendidikan yang beragam, serta permasalahan yang kompleks seperti kehamilah tidak diinginkan, aborsi, penyalahgunaan narkoba, serta HIV & AIDS. ...selengkapnya
Pelayanan Kesehatan Keluarga di Pedalaman Terganggu
Pelayanan kesehatan di sejumlah desa di Kabupaten Barito Utara (Barut) terganggu. Pasalnya petugas Puskesmas Pembantu (Pustu) jarang masuk kerja. Ulah petugas Pustu yang sering mangkir ini berujung dengan pengaduan warga ke DPRD Barut. ...selengkapnya
Jamkesda Banyak Disalahgunakan
Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang diberlakukan berdasar Peraturan Gubernur Jateng Nomor 73 Tahun 2010 ternyata banyak disalahgunakan. Padahal, masih ada 5,8 juta penduduk Jateng yang membutuhkan Jamkesda. Mereka merupakan penduduk yang benar-benar miskin dari total 17,5 juta penduduk miskin di Jateng dan sangat membutuhkan pelayanan kesehatan gratis. ...selengkapnya
Pekerja Konstruksi Rentan Tertular HIV
Pekerja konstruksi merupakan salah satu kelompok yang berpotensi terkena HIV. Hal ini berdasarkan temuan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) "Kalandara" Semarang.
Dalam penelitian tersebut, terungkap pula bahwa pekerja konstruksi berkorelasi erat dengan 3M. "Tiga M itu adalah Man, Money, dan Mobile. Laki-laki yang bermobilitas tinggi dan memiliki akses finansial ditambah fasilitas penerimaan upah atau gaji secara tunai dan langsung tanpa ada fasilitas penyimpanan," kata Manajer Program LSM Kalandara M Yusuf. ...selengkapnya
Press Release: Musyawarah Daerah PKBI DIY 2010
Diskriminasi adalah hantu bagi peradaban manusia. Sejarah telah menyaksikan di mana hantu diskriminasi mewujud, di sana pulalah gerakan mengada. Dan, hanya gerakan sipil lah yang akan mampu menuntaskan perang kemanusiaan melawan diskriminasi. (Catatan Perkumpulan, 2010) ...selengkapnya
Jelang Muktamar Muhammadiyah, AMUK Menolak Razia Gepeng
“Kami menolak keras razia yang dilakukan Satpol PP terhadap teman-teman kita yang hidup di jalanan menjelang Muktamar Muhammadiyah dengan alasan mengganggu keindahan tata kota,” kata Slamet Wasair, Koordinator Aksi Damai yang digelar Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan (AMUK) di depan Gedung Agung, Yogyakarta, (10/6). ...selengkapnya
Izin Panggung Keberagaman Ditolak, Panitia Mubeng Alun-alun Kidul 18 Kali
Panggung Keberagaman, sebagai acara penutup rangkaian peringatan International Day Against Homophobia (IDAHO) yang sedianya akan dilaksanakan di Sasono Hinggil, Sabtu (22/ 5), terpaksa dibatalkan panitia pelaksana. Pasalnya, surat izin penggunaan tempat dari pengelola Sasono Hinggil yang sudah dikantongi panitia dicabut kembali. ...selengkapnya
Kelompok LGBTIQ Menuntut Pemerintah Membuat Kebijakan Khusus
Terus terjadinya tindak kekerasan dan diskriminasi terhadap kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender/Transeksual, Intersex (LGBTIQ), Our Voice, sebuah kelompok yang peduli terhadap perjuangan hak-hak LGBTIQ, meminta kepada pemerintah Indonesia untuk membuat kebijakan khusus sementara (afirmative action) untuk perlindungan dan keamanan bagi kelompok LGBTIQ sebagai warga negera.
Selain itu, dalam release yang ditandatangi Hartoyo, mereka juga menuntut penghapusan segala kebijakan baik ditingkat nasional maupun daerah yang mendiskriminasikan kelompok LGBTIQ baik yang berdampak secara langsung maupun tidak langsung. Pemerintah juga diminta untuk menindak tegas kelompok yang melakukan kekerasan terhadap kelompok LGBTIQ yang memiliki hak berserikat dan berkumpul. "Pemerintah secara aktif mengkampanyekan dan mengadvokasi hak-hak kelompok LGBTIQ ditingkat International," kata Hartoyo, Sekretaris Umum, Our Voice.
Pernyataan Our Voice, berkaitan dengan peringatan Hari Internasional Melawan Homophobia, kemaren (17/15). Momentum tanggal ini didasarkan pada tanggal dihapusnya homoseksual sebagai klasifikasi penyakit oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) pada tahun 1990.
Kemudian dalam Deklarasi Montreal di Kanada pada tanggal 26-29 Juli 2006 merekomendasikan semua negara dan PBB mengakui dan mempromosikan 17 Mei sebagai Hari Internasional Melawan Kebencian Terhadap Homoseksual. Keputusan WHO ini diadopsi Departemen Kesehatan RI dalam Pedoman Penggolongan Diagnosa Gangguan Jiwa (PPDGJ) III tahun 1993 yang juga mengeluarkan homoseksual sebagai penyakit.
Menurut Hartoyo, kebijakan yang diskriminatif misalnya, Pasal 4 ayat 1 UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi), yang menyatakan homoseksual termasuk dalam persenggamaan meyimpang. Pada level daerah, setidaknya ada sekitar 10 Peraturan Daerah yang meyamakan homoseksual dengan pelacuran, misalnya, Perda Kota Palembang Nomor 2 Tahun 2004 Tentang Pemberantasan Pelacuran, pada pasal 8 ayat 1 dan 2 yang meyebutkan yang termasuk dalam perbuatan pelacuran adalah a. homoseks; b. lesbian;
Sementara itu, dalam catatan Our Voice, praktek kebencian terhadap LGBTIQ di Indonesia sejak tahun 2009-2010 terus terjadi. Misalnya, tanggal 13 Februari 2010 Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk Faisal Ali mengecam Waria yang melakukan kegiatan malam amal budaya di Banda Aceh, dianggap menodai pelaksanaan syariat Islam di Aceh.
Kemudian, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya, Achef Noor Mubarok akan melakukan pembinaan kepada 900 gay yang bekerjasama dengan Kantor Wilayah Departemen Agama (Depag) dan Polisi Resort (Polres) Kota Tasikmalaya. "Alasannya, alasannya karena gay dianggap sebagai penyakit mental dan dinilai sebuah adzab," kata Hartoyo.
Our Voice juga mencatat pembubaran Konferensi International Gay Lesbian Association (ILGA) Asia ke-4 26- 28 Maret 2010 di Surabaya Jawa Timur. Yang terakhir pembubaran pelatihan HAM Waria oleh massa FPI di Depok yang diselenggarakan Komnas HAM pada tanggal 29 April-1 Mei 2010.
Pada level dunia, ada sekitar 80 negara yang mengkriminalisasikan homoseksualitas dan mengutuk prilaku seks sejenis dengan hukuman penjara, bahkan ada yang menggunakan hukuman mati, seperti Iran, Mauritania, Nigeria, pakistan, Saudi Arabia, Sudan,Emirat Arab dan Yaman.
Semnetara itu, Ardhanary Institute (Women LBT Reserch, Publishes and Advocacy Centre), dalam releasenya menyatakan, berkaitan dengan serangkaian tindakan kekerasan yang dilakukan oleh berbagai kelompok masyarakat kepada LGBT, mengajak seluruh lapisan masyarakat yang anti kekerasan dan gerakan sipil bersama-sama memperingati The International Day against Homophobia (IDAHO) 2010 sebagai moment penting bagi kita semua dan secara khusus LGBT dengan membongkar kebisuan dan menyuarakan "HAPUSKAN HOMOPHOBIA, LESBOPHOBIA & TRANSPHOBIA di Indonesia".
Ardhanary juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendorong pemerintah Indonesia memberikan jaminan dan perlindungan kepada LGBT agar tidak mendapatkan perlakuan yang homophobia, lesbophobia dan transphobia dari siapa pun karena pilihan orientasi seksual dan identitas gendernya dengan mengacu pada berbagai konstitusi yang ada.*** ...selengkapnya
Heteronormativitas ,Tutup LGBTIQ dari Perhatian Negara
Lesbian, gay, biseksual, transseksual, transgender, interseks dan queer (LGBTIQ) merupakan realitas sosial yang ada dalam masyarakat Indonesia. Keberadaannya seharusnya diakui, dihormati dan dilindungi negara, yang telah menyepakati dan menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia dengan meratifikasi berbagai konvensi internasional. ...selengkapnya
Buntu Negosiasi dengan PT KAI, Audiensi ke LOD DIY
Setelah melalui berbagai proses dialog antara PT KAI dan para pedagang mengenai rencana penggusuran warung-warung semi permanen di kawasan Ngebong, akhirnya, mereka melakukan audiensi bersama ke LOD DIY, awal pekan ini.
...selengkapnya
Ngebong yang 'Diobong'
Wajah Ratmi nampak kelelahan, petak warung yang menjadi sumber utama penghasilannya sudah ia bongkar (12/5). Biasanya dari warung ini, Ratmi masih bisa mengais Rp 30.000,- setiap harinya, meski dengan susah payah. Kini Ratmi kebingungan mencari cara untuk mengisi perutnya dan perut keluarganya. Kemana lagi harus mencari nasi? ...selengkapnya
Gendo: Kebebasan Bependapat di Indonesia Seolah-olah
I Wayan Suardana (34), akrab dipanggil Gendo pada 2005 dipenjara karena dianggap melakukan penghinaan simbol negara pada kasus pembakaran bendera Presiden SBY saat menolak kenaikan harga BBM. Kini ia menjadi advokat dan anggota Majelis Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Daerah Bali dan juga mengadvokasi kasus pelanggaran HAM pada pecandu narkotika di Bali. Gendo menyimpulkan kebebasan berpendapat di Indonesia hanya seolah-olah karena banyak produk hukum malah ingin mengkriminalkan. Terlebih kasus kekerasan kelompok mayoritas pada minoritas terus berlangsung dan sulit dipidanakan. Beikut wawancara Luh De Suriyani, Swaranusa Biro Bali, dengan Gendo mengenai pembatalan paksa konferensi ILGA di Surabaya pekan lalu.
Konferensi internasional LGBTIQ atau The 4th regional Lesbian, Gay, Transgender and Intersex Association (ILGA) conference di Surabaya, dipaksa dibatalkan oleh kelompok agama tertentu? Pendapat Anda?
Inilah problem berbangsa di Indonesia. Segala sesuatu perbedaan diselesaikan jalan kekerasan. Pembubaran Konferensi ini adalah salah satu peristiwa dari sekian banyak peristiwa kekerasan atas nama kelompok agama tertentu. Artinya budaya barbarisme sedang menghantui proses demokratisasi di Indonesia, baik dengan menggunakan idiom agama, suku ataupun paham tertentu termasuk dengan menggunakan logika kebenaran mayoritas yang pada akhirnya berujung kepada tirani mayoritas. ...selengkapnya
Turnamen HUT YONDANIV 403, Tim Volley Waria Turut Ambil Bagian
Tim bola volly Selendang Milioner, yang beranggotakan gay dan waria, turut memeriahkan turnamen yang diselenggarakan untuk memperingati hari jadi Batalyon Komando Militer Wilayah IV (YONDANIV) 403 Yogyakarta. Mereka tampil melawan tim putri bola volley UPN di kompleks Batalyon 403, Rabu (31/3). ...selengkapnya
Youth Day, PKBI Kalteng Gelar Debat Remaja
Memperingati hari remaja internasional (International Youth Day), PKBI Kalimantan Tengah menyelenggarakan debat remaja antar sekolah. Isu virginitas dan pornografi diangkat sebagai topik utama dalam debat remaja yang dilaksanakan Sabtu (7/8). Staff PKBI Kalteng, Jailani, mengatakan, "Virginitas dan pornografi diangkat untuk melihat daya nalar para remaja dalam menanggapi isu tersebut, dan bagimana menjaga sikap mereka."
Sebelumnya, isu virginitas dan pornografi menjadi topik yang ramai diperbincangkan para remaja dalam pelatihan Pusat Informasi dan Konseling-Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR) PKBI Kalteng beberapa bulan lalu. "Ketika para remaja berhadapan dengan yang namanya virginitas, angan-angan mereka lalu menunjuk kepada seks bebas dan perilaku pacaran. Begitu juga dengan pornografi, yang saat ini selalu menghantui remaja karena sifat ingin tahu mereka," tambah Jailani. ...selengkapnya
Bali Berlari dengan Waktu Hadapi HIV
Menurut data kompilasi Dinas Kesehatan Bali, pada 2008 saja, rata-rata dua orang terinfeksi HIV per hari. Itu yang berhasil dijangkau dan ditemukan saja. Sementara tahun 2010 ini, baru tiga bulan, kasus baru sudah bertambah 152 orang. ...selengkapnya
Meningkat, Kasus KTD Remaja di Semarang
“Alur dan konsep cerita kaya akan ide dan proses pembelajaran bagi remaja. Acara ini mestinya sering diselenggarakan untuk meminimalisasi dampak buruk dari pergaulaan bebas yang kini makin marak,” kata Ian (21) mahasiswa IAIN Walisongo Semarang. ...selengkapnya
Gagasan Pernikahan bagi Waria Mulai Dikembangkan
"Sebenarnya yang kita diskusikan bukan nikahnya, tetapi bagaimana kita bisa menyikapi dan menerima waria apa adanya," ujar Abdhul Muiz Ghozali, pengajar Pondok Pesantren Waria Al-Fatah Yogyakarta menjawab berbagai pertanyaan mengenai pernikahan waria saat tampil sebagai narasumber pada Diskusi Keberagaman Orientasi Seks dan Identitas Gender di Pusat Study Kebijakan (PSK) Universitas Gadjah Mada, awal pekan ini. ...selengkapnya
Lies Marcoes-Natsir, MA: Mitos Seksualitas di Kalangan Santri
"Tiga hal penting berkaitan dengan Kesehatan Reproduksi, didengarkan suaranya, mendapatkan informasi dan mendapatkan layanan," kata Lies Marcoes-Nastsir, saat memfasilitasi Workshop Penyusunan Modul Pelatihan Kesehatan Reproduksi bagi Santri, yang diselenggarakan Fahmina Institut di Cirebon, pada tanggal 18-19 Mei 2010. ...selengkapnya
Ratusan Tanda tangan dan Pelukan, Warnai IDAHO Jogja 2010
Aksi ini merupakan bagian Peringatan Hari Internasional Melawan Homophobia (IDAHO) 2010. Semua T-Shirt yang mereka kenakan, dipenuhi ratusan tanda tangan dari masyarakat, mulai dari buruh gendong beringharjo, tukang becak, pejalan kaki, dan semua mereka yang ditemui dalam perjalanan penggalangan dukungan. ...selengkapnya
Buktikan Tak Objekkan Komunitas, Selamatkan Warga Ngebong
Penutupan daerah Bong Suwung yang dilakukan oleh PT KAI DAOP VI, ternyata tidak hanya berdampak pada warga pedagang dan pemilik warung tempel saja, namun masih ada 55 KK lainnya dan pengusaha parkir yang juga mengais rejeki ditempat itu. ...selengkapnya
DIY Segera Memiliki Pergub PRT
Di Propinsi DIY tercatat sekitar 37 ribu pekerja rumah tangga (PRT), 1,5% dari total PRT di Indonesia. Meski begitu, belum ada pengakuan PRT sebagai pekerja, termasuk dari segi hukum, yang berakibat pada buruknya nasib PRT. ...selengkapnya
Petugas Kesehatan Masih Melakukan Diskriminasi
Terungkap dalam pelatihan, peserta tidak pernah mencari informasi sebelum mereka pergi ke unit layanan kesehatan. Mereka juga mengaku tidak pernah mendapatkan informasi yang memuaskan dari petugas kesehatan dan merasakan perlakukan petugas kesehatan yang berbeda. "Indikasi diskriminasi seperti ini, hanya ditanggapi dengan diam dan pasrah, sekalipun mereka mengaku merasa tidak nyaman dengan kondisi seperti itu," kata Budi, sebagai Fasilitator pelatihan. ...selengkapnya
Kasus HIV Dipolitisasi untuk Kepentingan Politis
Kekuatan dan daya jangkau media massa dianggap tetap efektif sebagai alat memberikan informasi yang lengkap, berimbang dan objektif dalam penanggulangan HIV dan AIDS, dan bahaya narkotika. Masyarakat juga akan semakin mudah dan murah untuk mengaksesnya. ...selengkapnya
-
Pelaku Kekerasan Terhadap Perempuan Harus DikucilkanKekerasan terhadap perempuan terus meningkat. Upaya menguranginya sudah dilakukan. Apakah upaya yang dilakukan memang tidak efektif? Hadziq Jauhary dari Swaranusa, melakukan wawancara khusus dengan Evarisan, SH, MH, aktivis hak asasi perempuan dari Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia [LRC-KJHAM].
-
Organisasi Komunitas Sebagai Basis GerakanGerakan LGBT belakangan ini semakin menguat. Di sisi lain, stigmatisasi juga semakin mengeras. Bagaimana startegi komunitas LGBT dalam menghapuskan stigma dan diskriminasi? Berikut wawancara Hadziq Jauhary dari Swaranusa Biro Jawa Tengah, dengan Orie Lesmana, aktivis hak asasi manusia dari komunitas gay.
Bagaimana gerakan LGBT belakangan ini? -
Berencana Menambah Asrama PerempuanPara mantan pengguna narkoba masih sering dianggap sebagai sampah masyarakat. Akibatnya mereka kesulitan bermasyarakat. Padahal mereka yang telah keluar dari jeratan narkoba memiliki segudang pengalaman yang dapat dibagi dengan sesama. Berikut wawancara Dwi Prasetyo dari Swara Nusa dengan Ronald Ambrosius, Kepala Panti Rehabilitasi Narkoba "Galilea Miracle Center" Kalimantan Tengah tentang rehabilitasi narkoba.
- 02 08 10 - Imroatus Sholihah:
Masalah penyimpangan perilaku seks di kalangan remaja BUKAN karena kurang pendidikan seks, TAPI KARENA remaja tidak paham aturan agama, mana yang halal, mana yg haram. Bgaimana dia punya pedoman dalam bergaul. Masalah remaja timbul karena sistem liberal dan karut marut di negara ini. - 02 08 10 - Imroatus Sholihah:
Masalah penyimpangan perilaku seks di kalangan remaja BUKAN karena kurang pendidikan seks, TAPI KARENA remaja tidak paham aturan agama, mana yang halal, mana yg haram. Bgaimana dia punya pedoman dalam bergaul. Masalah remaja timbul karena sistem liberal dan karut marut di negara ini. - 12 06 10 - ilahtea:
kawan2 swaranusa, kita jadikan isu ini menjadi isu nasional yuk. kumpulkan artikel dan data2 dari berbagai daerah tetang pentingnya pendidikan seks. - 11 06 10 - ridho:
justru karena pemerintah tidak memberikan informasi yg memadai untuk remaja, jadinya remaja mencari informasi yang salah tentang kesehatan reproduksi - 11 06 10 - galink:
pendidikan seks kan bukan pendidikan buat ngajarin seks? gimana tho?? - 10 06 10 - ilahtea:
kawan, perlukah pendidikan seks di sekolah?? kayanya setuju sama mentri pendidikan., anak2 dah lebih jago ngeseks dari film bokep dibanding harus diajarin di sekolah ^_^ - 06 06 10 - galink:
benar, negara belum memberikan kontribusi, malah terus melakukan diskriminasi pada LGBT - 05 06 10 - ilahtea:
hanya ada 1 harapan yang tersisa di negri ini.... cinta!!! - 01 06 10 - cornel:
negara kita blm bsa kasih konstribusi buat LGBT, bagaimana tanggapan kalian? - 19 05 10 - wete:
ada problem multikulktural di tengah masyarakat indonesia, meskipun ada pendidikan karakter sifatnya masih lip service... - 08 05 10 - polo:
terus berjuang - 07 02 10 - heni:
toleransi itu penting!!!! - 28 12 09 - Hadziq:
Indahnya dunia kalau kita saling toleransi. Indahnya hidup kalau kita saling menghargai.









