Tidak Adil, Anggapan HIV Sebagai Kutukan Tuhan
"Masih ada anggapan HIV dan AIDS kutukan Tuhan. Akibatnya orang yang terkena HIV dan AIDS serta merta dipandang buruk, hina dan kotor.Seolah-olah semua yang terkena HIV telah melakukan dosa besar sehingga dikutuk Tuhan," kata KH. Hussein Muhammad, Pengasuh Pondok Pesantren Dar al Tauhid, Arjawinangin, Cirebon.
KH. Hussein Muhammad, menyampaikan pandangannya dalam acara Diskusi Buku “Fiqh HIV & AIDS: Pedulikah Kita?” di Wisma Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Barat, akhir pekan silam. Pandangan sebagai kutukan ini, sejalan dengan pemahaman, HIV hanya dapat menginfeksi kelompok tertentu yang perilakunya dianggap berisiko seperti homoseksual, pekerja seks, dan pemakai narkoba suntik.
“Hal ini tentu saja tidak benar. Faktanya, bayi pun bisa terkena HIV. Orang yang taat beragama sekalipun bisa kena HIV, misalnya akibat transfusi darah. Jadi, sangat tidak adil cara berpikir kita jika mengatakan HIV dan AIDS kutukan, “ ujar ulama yang juga menjadi Komisioner di Komnas Perempuan.
Menurut KH. Hussein Muhammad, buku ini harapannya bisa dibaca kalangan ulama karena memuat informasi yang benar mengenai HIV dan AIDS untuk bekal dakwah ke masyarakat. Ulama dapat mendakwahkan semangat hidup yang positif dalam melihat penyakit dan musibah untuk pemulihan mereka yang terinfeksi dan berstatus AIDS.
Selain KH. Hussein Muhammad, tampil pembicara lain, Yahya Mashum (PKBI Pusat), dr. Teddy Hidayat, Sp.K.J (Ahli HIV dan AIDS), Dra. N. Imas Rosyanti, M.Ag. (Tokoh agama/ perempuan Jawa Barat).
Drs. H. Nanang Munajat, MM, Direktur Pelaksana Daerah PKBI Provinsi Jawa Barat, mengatakan pendekatan keagamaan dan tokoh agama diyakini akan memberikan kontribusi positif terhadap pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia. "Apalagi dengan masih adanya stigma dan mitos di seputar isu HIV dan AIDS," katanya saat membuka acara diskusi buku ini.
Peningkatan kasus HIV dan AIDS di Jawa Barat semakin melaju cepat. Hingga Maret 2010, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mencatat secara kumulatif terdapat 5.382 kasus HIV & AIDS (3.279 AIDS dan 2.103 HIV positif). Dari jumlah itu, 102 kasus HIV-AIDS ditemukan pada balita.***
kontributor: [ilah]
-
Pelaku Kekerasan Terhadap Perempuan Harus DikucilkanKekerasan terhadap perempuan terus meningkat. Upaya menguranginya sudah dilakukan. Apakah upaya yang dilakukan memang tidak efektif? Hadziq Jauhary dari Swaranusa, melakukan wawancara khusus dengan Evarisan, SH, MH, aktivis hak asasi perempuan dari Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia [LRC-KJHAM].
-
Organisasi Komunitas Sebagai Basis GerakanGerakan LGBT belakangan ini semakin menguat. Di sisi lain, stigmatisasi juga semakin mengeras. Bagaimana startegi komunitas LGBT dalam menghapuskan stigma dan diskriminasi? Berikut wawancara Hadziq Jauhary dari Swaranusa Biro Jawa Tengah, dengan Orie Lesmana, aktivis hak asasi manusia dari komunitas gay.
Bagaimana gerakan LGBT belakangan ini? -
Berencana Menambah Asrama PerempuanPara mantan pengguna narkoba masih sering dianggap sebagai sampah masyarakat. Akibatnya mereka kesulitan bermasyarakat. Padahal mereka yang telah keluar dari jeratan narkoba memiliki segudang pengalaman yang dapat dibagi dengan sesama. Berikut wawancara Dwi Prasetyo dari Swara Nusa dengan Ronald Ambrosius, Kepala Panti Rehabilitasi Narkoba "Galilea Miracle Center" Kalimantan Tengah tentang rehabilitasi narkoba.
- 02 08 10 - Imroatus Sholihah:
Masalah penyimpangan perilaku seks di kalangan remaja BUKAN karena kurang pendidikan seks, TAPI KARENA remaja tidak paham aturan agama, mana yang halal, mana yg haram. Bgaimana dia punya pedoman dalam bergaul. Masalah remaja timbul karena sistem liberal dan karut marut di negara ini. - 02 08 10 - Imroatus Sholihah:
Masalah penyimpangan perilaku seks di kalangan remaja BUKAN karena kurang pendidikan seks, TAPI KARENA remaja tidak paham aturan agama, mana yang halal, mana yg haram. Bgaimana dia punya pedoman dalam bergaul. Masalah remaja timbul karena sistem liberal dan karut marut di negara ini. - 12 06 10 - ilahtea:
kawan2 swaranusa, kita jadikan isu ini menjadi isu nasional yuk. kumpulkan artikel dan data2 dari berbagai daerah tetang pentingnya pendidikan seks. - 11 06 10 - ridho:
justru karena pemerintah tidak memberikan informasi yg memadai untuk remaja, jadinya remaja mencari informasi yang salah tentang kesehatan reproduksi - 11 06 10 - galink:
pendidikan seks kan bukan pendidikan buat ngajarin seks? gimana tho?? - 10 06 10 - ilahtea:
kawan, perlukah pendidikan seks di sekolah?? kayanya setuju sama mentri pendidikan., anak2 dah lebih jago ngeseks dari film bokep dibanding harus diajarin di sekolah ^_^ - 06 06 10 - galink:
benar, negara belum memberikan kontribusi, malah terus melakukan diskriminasi pada LGBT - 05 06 10 - ilahtea:
hanya ada 1 harapan yang tersisa di negri ini.... cinta!!! - 01 06 10 - cornel:
negara kita blm bsa kasih konstribusi buat LGBT, bagaimana tanggapan kalian? - 19 05 10 - wete:
ada problem multikulktural di tengah masyarakat indonesia, meskipun ada pendidikan karakter sifatnya masih lip service... - 08 05 10 - polo:
terus berjuang - 07 02 10 - heni:
toleransi itu penting!!!! - 28 12 09 - Hadziq:
Indahnya dunia kalau kita saling toleransi. Indahnya hidup kalau kita saling menghargai.









