MOS Positif bagi Siswa Baru MTs Miftahussaadah
SEMARANG- Madrasah Tsanawiyah (MTs) Miftahussaadah Wonolopo Mijen membekali para siswa baru dengan materi bahaya penyalahgunaan napza dan hubungan seks yang tidak sehat, serta pengenalan perkembangan fisik dan psikis di aula sekolah, Jumat (16/7). Fasilitator dari Yayasan Harapan Permata Hati Kita (Yakita), Moh Saman tampak interaktif menyampaikan dengan sesekali diselingi permainan dan pemutaran film animasi tentang penyalahgunaan napza.
Menurutnya, para siswa telah memasuki masa pubertas dengan tanda perubahan fisik dan psikis. Perubahan fisik bagi laki-laki diantaranya mimpi basah, timbul jakun dan kumis, sedangkan perempuan, kulit menjadi halus dan tumbuh payudara. "Perubahan psikis yakni pola pikir dan keinginan jadi berkembang. Selain itu, adanya perubahan sifat dan karakter remaja seperti sering berontak, mencari sensasi, rasa ingin tahu tinggi, suka mencari jatidiri."
Bila tak ada bekal yang cukup bagi remaja, kata dia, bisa jadi terjebak pada tindakan buruk yang bisa menghancurkan masa depannya, terlebih jika tak dibekali pondasi agama yang kuat. "Misalnya, berawal dari merokok, remaja tertarik pada narkoba dan kemudian menjadi ketergantungan," ujarnya.
Kepala MTs Miftahussaadah, Imam Syafii menerangkan, acara itu rangkaian dari keseluruhan kegiatan MOS setelah sejak Senin, para siswa dibekali pengenalan lingkungan sekolah dan ziarah ke makam sesepuh sekitar sekolah. "Pada Sabtu (17/7), para siswa tidur di sekolah untuk mengikuti renungan malam guna menumbuhkan kesadaran terhadap kekuatan dan kekurangan dirinya. Kami tidak mengadakan MOS yang aneh-aneh," katanya.
Menurutnya, meski baru berdiri tahun ini, tetapi animo para orangtua cukup tinggi menyekolahkan anaknya di sekolah hasil program kerjasama pendidikan dasar Australia-Indonesia ini. "Kami berhasil menggaet 70 siswa," katanya.
kontributor: [Hadziq Jauhary]
-
Pelaku Kekerasan Terhadap Perempuan Harus DikucilkanKekerasan terhadap perempuan terus meningkat. Upaya menguranginya sudah dilakukan. Apakah upaya yang dilakukan memang tidak efektif? Hadziq Jauhary dari Swaranusa, melakukan wawancara khusus dengan Evarisan, SH, MH, aktivis hak asasi perempuan dari Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia [LRC-KJHAM].
-
Organisasi Komunitas Sebagai Basis GerakanGerakan LGBT belakangan ini semakin menguat. Di sisi lain, stigmatisasi juga semakin mengeras. Bagaimana startegi komunitas LGBT dalam menghapuskan stigma dan diskriminasi? Berikut wawancara Hadziq Jauhary dari Swaranusa Biro Jawa Tengah, dengan Orie Lesmana, aktivis hak asasi manusia dari komunitas gay.
Bagaimana gerakan LGBT belakangan ini? -
Berencana Menambah Asrama PerempuanPara mantan pengguna narkoba masih sering dianggap sebagai sampah masyarakat. Akibatnya mereka kesulitan bermasyarakat. Padahal mereka yang telah keluar dari jeratan narkoba memiliki segudang pengalaman yang dapat dibagi dengan sesama. Berikut wawancara Dwi Prasetyo dari Swara Nusa dengan Ronald Ambrosius, Kepala Panti Rehabilitasi Narkoba "Galilea Miracle Center" Kalimantan Tengah tentang rehabilitasi narkoba.
- 02 08 10 - Imroatus Sholihah:
Masalah penyimpangan perilaku seks di kalangan remaja BUKAN karena kurang pendidikan seks, TAPI KARENA remaja tidak paham aturan agama, mana yang halal, mana yg haram. Bgaimana dia punya pedoman dalam bergaul. Masalah remaja timbul karena sistem liberal dan karut marut di negara ini. - 02 08 10 - Imroatus Sholihah:
Masalah penyimpangan perilaku seks di kalangan remaja BUKAN karena kurang pendidikan seks, TAPI KARENA remaja tidak paham aturan agama, mana yang halal, mana yg haram. Bgaimana dia punya pedoman dalam bergaul. Masalah remaja timbul karena sistem liberal dan karut marut di negara ini. - 12 06 10 - ilahtea:
kawan2 swaranusa, kita jadikan isu ini menjadi isu nasional yuk. kumpulkan artikel dan data2 dari berbagai daerah tetang pentingnya pendidikan seks. - 11 06 10 - ridho:
justru karena pemerintah tidak memberikan informasi yg memadai untuk remaja, jadinya remaja mencari informasi yang salah tentang kesehatan reproduksi - 11 06 10 - galink:
pendidikan seks kan bukan pendidikan buat ngajarin seks? gimana tho?? - 10 06 10 - ilahtea:
kawan, perlukah pendidikan seks di sekolah?? kayanya setuju sama mentri pendidikan., anak2 dah lebih jago ngeseks dari film bokep dibanding harus diajarin di sekolah ^_^ - 06 06 10 - galink:
benar, negara belum memberikan kontribusi, malah terus melakukan diskriminasi pada LGBT - 05 06 10 - ilahtea:
hanya ada 1 harapan yang tersisa di negri ini.... cinta!!! - 01 06 10 - cornel:
negara kita blm bsa kasih konstribusi buat LGBT, bagaimana tanggapan kalian? - 19 05 10 - wete:
ada problem multikulktural di tengah masyarakat indonesia, meskipun ada pendidikan karakter sifatnya masih lip service... - 08 05 10 - polo:
terus berjuang - 07 02 10 - heni:
toleransi itu penting!!!! - 28 12 09 - Hadziq:
Indahnya dunia kalau kita saling toleransi. Indahnya hidup kalau kita saling menghargai.









