Pelayanan KB Belum Merata
SEMARANG- Karena kewenangan program keluarga berencana (KB) sebagian dilimpahkan kepada pemerintah kabupaten/kota, maka diharapkan setiap daerah, termasuk Semarang, mampu menentukan prioritasnya untuk menyukseskan program tersebut.
Hal itu diungkapkan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jateng, Sri Murtningsih, saat upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-17 di halaman kantor BKKBN Jateng, baru-baru ini. Menurutnya, Saat ini masih banyak keluarga, terutama di daerah perbatasan atau pesisir pantai, belum terlayani program KB.
“Daerah pesisir pantai akan menjadi salah satu wilayah yang diprioritaskan. Oleh karena secara geografis tempat tinggal mereka memang tidak mudah dijangkau, maka perlu diajak untuk mengikuti KB jangka panjang,” ungkapnya.
Selain mengutamakan daerah yang belum terlayani di daerah perbatasan seperti pesisir pantai, menurutnya kualitas pelayanan program KB juga perlu ditingkatkan. Salah satunya, yaitu pelayanan dengan mobil ke lokasi langsung. Demikian pula, ketahanan dan pemberdayaan remaja dan memperkuat jaringan komunikasi, merupakan prioritas untuk menyukseskan program KB.
Pada upacara peringatan tersebut, yang sekaligus memperingati Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat Ke-7, Sri Murtningsih membacakan empat lembar sambutan dari Kepala BKKBN Pusat, Dr Sugiri Syarief MPA. Intinya, sifat gotong royong tercermin dari rasa saling asah, asih, dan asuh dalam keluarga.
Sebab itu, membangun kebahagiaan keluarga melalui KB berkaitan pula dengan upaya membangun gotong royong dalam keluarga tersebut. Disebutkan, permasalahan sosial seperti kemiskinan, tidak lepas dari persoalan kependudukan. “Persoalan kependudukan berarti diatasi dengan program KB. Jika tidak digarap secara serius, kemungkinannya justru ledakan penduduk,” ujarnya.
kontributor: [Hadziq Jauhary]
-
Pelaku Kekerasan Terhadap Perempuan Harus DikucilkanKekerasan terhadap perempuan terus meningkat. Upaya menguranginya sudah dilakukan. Apakah upaya yang dilakukan memang tidak efektif? Hadziq Jauhary dari Swaranusa, melakukan wawancara khusus dengan Evarisan, SH, MH, aktivis hak asasi perempuan dari Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia [LRC-KJHAM].
-
Organisasi Komunitas Sebagai Basis GerakanGerakan LGBT belakangan ini semakin menguat. Di sisi lain, stigmatisasi juga semakin mengeras. Bagaimana startegi komunitas LGBT dalam menghapuskan stigma dan diskriminasi? Berikut wawancara Hadziq Jauhary dari Swaranusa Biro Jawa Tengah, dengan Orie Lesmana, aktivis hak asasi manusia dari komunitas gay.
Bagaimana gerakan LGBT belakangan ini? -
Berencana Menambah Asrama PerempuanPara mantan pengguna narkoba masih sering dianggap sebagai sampah masyarakat. Akibatnya mereka kesulitan bermasyarakat. Padahal mereka yang telah keluar dari jeratan narkoba memiliki segudang pengalaman yang dapat dibagi dengan sesama. Berikut wawancara Dwi Prasetyo dari Swara Nusa dengan Ronald Ambrosius, Kepala Panti Rehabilitasi Narkoba "Galilea Miracle Center" Kalimantan Tengah tentang rehabilitasi narkoba.
- 02 08 10 - Imroatus Sholihah:
Masalah penyimpangan perilaku seks di kalangan remaja BUKAN karena kurang pendidikan seks, TAPI KARENA remaja tidak paham aturan agama, mana yang halal, mana yg haram. Bgaimana dia punya pedoman dalam bergaul. Masalah remaja timbul karena sistem liberal dan karut marut di negara ini. - 02 08 10 - Imroatus Sholihah:
Masalah penyimpangan perilaku seks di kalangan remaja BUKAN karena kurang pendidikan seks, TAPI KARENA remaja tidak paham aturan agama, mana yang halal, mana yg haram. Bgaimana dia punya pedoman dalam bergaul. Masalah remaja timbul karena sistem liberal dan karut marut di negara ini. - 12 06 10 - ilahtea:
kawan2 swaranusa, kita jadikan isu ini menjadi isu nasional yuk. kumpulkan artikel dan data2 dari berbagai daerah tetang pentingnya pendidikan seks. - 11 06 10 - ridho:
justru karena pemerintah tidak memberikan informasi yg memadai untuk remaja, jadinya remaja mencari informasi yang salah tentang kesehatan reproduksi - 11 06 10 - galink:
pendidikan seks kan bukan pendidikan buat ngajarin seks? gimana tho?? - 10 06 10 - ilahtea:
kawan, perlukah pendidikan seks di sekolah?? kayanya setuju sama mentri pendidikan., anak2 dah lebih jago ngeseks dari film bokep dibanding harus diajarin di sekolah ^_^ - 06 06 10 - galink:
benar, negara belum memberikan kontribusi, malah terus melakukan diskriminasi pada LGBT - 05 06 10 - ilahtea:
hanya ada 1 harapan yang tersisa di negri ini.... cinta!!! - 01 06 10 - cornel:
negara kita blm bsa kasih konstribusi buat LGBT, bagaimana tanggapan kalian? - 19 05 10 - wete:
ada problem multikulktural di tengah masyarakat indonesia, meskipun ada pendidikan karakter sifatnya masih lip service... - 08 05 10 - polo:
terus berjuang - 07 02 10 - heni:
toleransi itu penting!!!! - 28 12 09 - Hadziq:
Indahnya dunia kalau kita saling toleransi. Indahnya hidup kalau kita saling menghargai.









