Izin Panggung Keberagaman Ditolak, Panitia Mubeng Alun-alun Kidul 18 Kali
Panggung Keberagaman, sebagai acara penutup rangkaian peringatan International Day Against Homophobia (IDAHO) yang sedianya akan dilaksanakan di Sasono Hinggil, Sabtu (22/ 5), terpaksa dibatalkan panitia pelaksana. Pasalnya, surat izin penggunaan tempat dari pengelola Sasono Hinggil yang sudah dikantongi panitia dicabut kembali.
Pencabutan surat izin ini, menurut utusan dari pengelola Sasono Hinggil, POLDA DIY meminta pihak Sasono Hinggil mencabut izin yang diberikan karena adanya informasi mengenai kelompok tertentu yang tidak setuju diadakannya acara Panggung Keberagaman. “Kalau untuk urusan lainnya kami tidak terlalu mengerti, tetapi pihak Sasono Hinggil hanya menjalankan rekomendasi Polda DIY,” ujar Mbonk saat dihubungi melalui telepon genggamnya.Soal perizinan dari Sasono Hinggil juga dibernarkan Koordinator Panggung Keberagaman, Ridho Mukti Aji. “Gusti Prabu pemilik Sasono Hinggil sudah menandatangani izin penyelanggaraan Panggung Keberagaman. Namun hari Jumat (20/5) kemarin pihak Polda tiba-tiba mendatangi Sasono Hinggil. Mereka menyatakan adanya kelompok tertentu yang merencanakan penyerangan jika acara tetap terlaksana” ujarnya di sela rapat panitia.
Dalam surat dengan klasifikasi Rahasia No. Pol. R/O/V/2010/Poltabes YKa, Poltabes juga menyatakan, penolakan permohonan izin mereferensi kegiatan sejenis yang pernah diadakan di Jawa Timur dan di Jawa Barat yang menimbulkan pro dan kontra dari berbagai elemen masyarakat yang berakhir dengan kerusuhan masa. Selain itu tertulis, Poltabes sedang berusaha mendukungnya Pilkada yang akan dilaksanakan hari ini (23/ 5).
Panitia Pelaksana menyatakan keberatannya atas penolakan permohonan izin tersebut dengan alasan, kebebasan berekspresi merupakan Hak Asasi Manusia yang seharusnya dapat dinikmati setiap warga negara. Panitia juga meyayangkan sikap kepolisian sebagai aparatur negara yang tidak dapat menjalankan kewajibannya untuk melindungi Hak Asasi Manusia.
Sinyalemen yang disampaikan Polda benar adanya. Lingga Tri Utama, Panitia Acara, mengatakan sudah ada selebaran yang tidak setuju mengenai acara ini. “Malam ini, kami mendapatkan kabar, organisasi massa berbasis agama telah menyebarkan selebaran di area Alun-alun Kidul yang berisi penolakan dan pelarangan peringatan IDAHO 2010,” katanya.Sebagaimana diberitakan sebelumnya, peringatan IDAHO di Yogyakarta tahun ini bertemakan “Menyuarakan Kebisuan dalam Kearifan Lokal”. Selain Panggung Keberagaman, sebelumnya telah dilalukan Aksi Sosial dan Orasi Budaya di Pasar Beringharjo (17/ 5) dan Diskusi Publik “Keberagaman Seksual dan Identitas Gender sebagai Bagian Budaya Bangsa, dari Jogja untuk Indonesia” yang dilaksanakan di Pusat Studi Kebijakan dan Kependudukan (PSKK) Universitas Gadjah Mada, Yoggyakarta (18/5).
Untuk merespon penolakan kegiatan Panggung Keberagaman, panitia IDAHO 2010 segera menggelar konferensi pers di kantor LBH Yogyakarta. Mereka juga melakukan aksi protes mengelilingi Alun-alun Kidul sebanyak 18 kali dengan menggunakan sepeda dan tepat pukul 18.00. Angka 18 menunjukkan 18 tahun setelah dicoretnya homoseksual dari daftar gangguan jiwa oleh WHO. Sambil mengayuh sepeda, massa aksi juga secara lantang menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Darah Juang sebagai bentuk keprihatinan tidak terpenuhinya hak azasi mereka sebagai warga negara Indonesia.
Rika Novayanti - Biro Yogyakarta
kontributor: [Super User]
-
Pelaku Kekerasan Terhadap Perempuan Harus DikucilkanKekerasan terhadap perempuan terus meningkat. Upaya menguranginya sudah dilakukan. Apakah upaya yang dilakukan memang tidak efektif? Hadziq Jauhary dari Swaranusa, melakukan wawancara khusus dengan Evarisan, SH, MH, aktivis hak asasi perempuan dari Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia [LRC-KJHAM].
-
Organisasi Komunitas Sebagai Basis GerakanGerakan LGBT belakangan ini semakin menguat. Di sisi lain, stigmatisasi juga semakin mengeras. Bagaimana startegi komunitas LGBT dalam menghapuskan stigma dan diskriminasi? Berikut wawancara Hadziq Jauhary dari Swaranusa Biro Jawa Tengah, dengan Orie Lesmana, aktivis hak asasi manusia dari komunitas gay.
Bagaimana gerakan LGBT belakangan ini? -
Berencana Menambah Asrama PerempuanPara mantan pengguna narkoba masih sering dianggap sebagai sampah masyarakat. Akibatnya mereka kesulitan bermasyarakat. Padahal mereka yang telah keluar dari jeratan narkoba memiliki segudang pengalaman yang dapat dibagi dengan sesama. Berikut wawancara Dwi Prasetyo dari Swara Nusa dengan Ronald Ambrosius, Kepala Panti Rehabilitasi Narkoba "Galilea Miracle Center" Kalimantan Tengah tentang rehabilitasi narkoba.
- 02 08 10 - Imroatus Sholihah:
Masalah penyimpangan perilaku seks di kalangan remaja BUKAN karena kurang pendidikan seks, TAPI KARENA remaja tidak paham aturan agama, mana yang halal, mana yg haram. Bgaimana dia punya pedoman dalam bergaul. Masalah remaja timbul karena sistem liberal dan karut marut di negara ini. - 02 08 10 - Imroatus Sholihah:
Masalah penyimpangan perilaku seks di kalangan remaja BUKAN karena kurang pendidikan seks, TAPI KARENA remaja tidak paham aturan agama, mana yang halal, mana yg haram. Bgaimana dia punya pedoman dalam bergaul. Masalah remaja timbul karena sistem liberal dan karut marut di negara ini. - 12 06 10 - ilahtea:
kawan2 swaranusa, kita jadikan isu ini menjadi isu nasional yuk. kumpulkan artikel dan data2 dari berbagai daerah tetang pentingnya pendidikan seks. - 11 06 10 - ridho:
justru karena pemerintah tidak memberikan informasi yg memadai untuk remaja, jadinya remaja mencari informasi yang salah tentang kesehatan reproduksi - 11 06 10 - galink:
pendidikan seks kan bukan pendidikan buat ngajarin seks? gimana tho?? - 10 06 10 - ilahtea:
kawan, perlukah pendidikan seks di sekolah?? kayanya setuju sama mentri pendidikan., anak2 dah lebih jago ngeseks dari film bokep dibanding harus diajarin di sekolah ^_^ - 06 06 10 - galink:
benar, negara belum memberikan kontribusi, malah terus melakukan diskriminasi pada LGBT - 05 06 10 - ilahtea:
hanya ada 1 harapan yang tersisa di negri ini.... cinta!!! - 01 06 10 - cornel:
negara kita blm bsa kasih konstribusi buat LGBT, bagaimana tanggapan kalian? - 19 05 10 - wete:
ada problem multikulktural di tengah masyarakat indonesia, meskipun ada pendidikan karakter sifatnya masih lip service... - 08 05 10 - polo:
terus berjuang - 07 02 10 - heni:
toleransi itu penting!!!! - 28 12 09 - Hadziq:
Indahnya dunia kalau kita saling toleransi. Indahnya hidup kalau kita saling menghargai.









