Diskusi Publik "LGBT dalam Media Massa" : PLU Satu Hati dan Prodi Ilmu Komunikasi UAJY akan mengadakan Diskusi Publik "LGBT dalam Media Massa" dengan narasumber Ashadi Siregar (Direktur LP3Y), D. Danarka Sasangka, MA (Wakaprodi Ilmu Komunikasi UAJY), dan Elok (aktivis LGBT). Bertempat di Ruang Seminar, Gedung Perpustakaan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (Kampus IV FISIP) Jalan Babarsari 44 Yogyakarta 55281. Selasa, 29 Juni 2010, jam 13.00-16.00WIB Aksi Damai : Solidaritas Peduli AIDS Yogyakarta(SPAY) menggelar aksi damai memperingati Hari AIDS Internasional,1 Desember 2009 Masukan : Professor Adeeba Kamarulzaman, Co-chair, Scientific Committee for XVIII International AIDS, mencari masukan untuk isu dan topik di berbagai negara yang dianggap penting untuk dibahas dalam Scientific Program, termasuk dalam Plenary dan Abstract. Nomor free call untuk crisis centre GEMPA SUMATERA : 0751-9824971, 0751-9824972, 0751-9824973, 0751-9824974, 0751-9824975, 0751-9824976, 0751-9824977, 0751-9824978, 0751-9824979, 0751-9824980 Tema : ICAAP ke-10 akan dilakukan di Busan Korea Selatan pada tahun 2011, dengan tema "Different Voices-United Actions". Diskriminasi : Purnima Mane, Deputy Direktur Pelaksana UNFPA menyerukan diakhirinya diskriminasi terhadap kelompok yang berada dalam resiko tertular HIV. Ketidakadilan : Menurut Geeta Rao Gupta dari Internasional Center for Research on Women, akses terhadap tindakan dan perawatan bagi yang terinfeksi HIV masih terjadi ketidakadilan jender. Tidak Terwakili : ICAAP merupakan forum yang diikuti oleh masyarakat dari berbagai negara, sektor, dan latar belakang berbeda untuk berbagi strategi, saling belajar dan merencanakan aksi bersama. Taskforce for Empowerment of Migrants Living with HIV and Their Spouse menyayangkan, karena buruh migran ternyata tidak terepresentasikan dalam forum komunitas maupun program dalam ICAAP. Akses : Komunitas menuntut disediakannya akses bagi perempuan dan remaja dalam perencanaan dan program layanan kesehatan reproduksi dan seksual yang komprehensif. Sukses : Michel Sidibe, UNAIDS Executive Director menilai negara-negara di Asia Pasifik mulai menunjukkan keberhasilannya dalam penanggulangan HIV dan AIDS.

  • download halaman
  • cetak halaman
  • kirim halaman ke teman
14 Jun 2010 11:17 WIB

Jelang Muktamar Muhammadiyah, AMUK Menolak Razia Gepeng

“Kami menolak keras razia yang dilakukan Satpol PP terhadap teman-teman kita yang hidup di jalanan menjelang Muktamar Muhammadiyah dengan alasan mengganggu keindahan tata kota,” kata Slamet Wasair, Koordinator Aksi Damai yang digelar Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan (AMUK) di depan Gedung Agung, Yogyakarta, (10/6).

Slamet melanjutkan, KH Ahmad Dahlan sebagai pencetus Muhammadiyah pasti tidak akan rela bila menjelang muktamar harus dilakukan razia terhadap komunitas jalanan.

Sebelum aksi ini dimulai, ditandai dengan pemasangan spanduk “Open Blokade Gaza” di pintu gerbang masuk Gedung Agung dan peletakan spanduk di aspal jalan masuk Gedung Agung bertuliskan “Usut Tuntas dan Adili Pelanggaran HAM di Indonesia, Seret Israel ke Mahkamah Internasional sebagai Penjahat Perang”. Spanduk ini bergambar Presiden AS Barack Obama, PM Israel Benjamin Netanyahu serta Presiden RI Soesilo Bambang Yoedoyono.

Sempat terjadi kesalahpahaman antara massa aksi dengan petugas keamanan Gedung Agung, karena pihak keamanan Gedung Agung merasa tidak diberitahu adanya aksi ini. “Kami sudah mengurus perijinan ke Poltabes Yogyakarta karena kami merasa wilayah jalanan ini merupakan wilayah Poltabes Yogyakarta,” kata Slamet. Dengan perundingan kedua belah pihak, akhirnya pihak keamanan Gedung Agung mengijinkan dilaksanakannya aksi damai ini.

Aksi didasari pada penyerangan kapal relawan yang menuju ke Gaza untuk memberikan bantuan kemanusiaan, beberapa waktu lalu. “Tindakan sewenang-wenang Israel sudah  melanggar asas-asas kemanusiaan yang ada, kami mengutuk keras,, kata Slamet, disambut teriakan massa aksi.

AMUK juga menganggap, rezim SBY-Boediono sebagai rezim pro penindasan, karena melakukan pembiaran terhadap pelanggaran HAM yang sudah terjadi. “Sikap diam SBY atas pembantaian kelompok baju merah di Thailand, kasus Lapindo, Bank Century, Tanjung Priok, Munir, Trisakti dan kasus Bong Suwung Yogyakarta, menegaskan kepada kita, SBY adalah Gubernur Jenderal AS yang ditanam di Indonesia untuk menindas bangsanya sendiri,” ujar Slamet lagi. 

Dalam aksinya, 16 tuntutan AMUK disampaikan untuk segera ditindaklanjuti rezim SBY-Boediono, bila tidak ingin dianggap sebagai rezim pro penindasan. Misalnya, kasus kekerasan ILGA di Surabaya, Training KOMNAS HAM di Depok Jakarta, IDAHO di Yogyakarta. AMUK juga menolak kriminalisasi dan kekerasan terhadap masyarakat terpinggirkan dan kelompok rentan; petani, buruh, komunitas jalanan, aktivis mahasiswa dan LSM, jurnalis, dan pekerja seks. Selain itu, AMUK menolak penggusuran tempat tinggal dan pekerjaan, meminta pemerintah memperkuat kewenangan KOMNAS HAM, mencabut Blokade Jalur Gaza oleh Israel.

Orasi dilakukan oleh berbagai perwakilan organisasi yang tergabung dalam AMUK, seperti FPUB, PKBI DIY, LMND, KAMMI, ICM, dan SPAY. Tampil juga orator cilik dari komunitas jalanan Benteng Vredeburg yang dengan lantang dan berapi-api menghujat pemerintahan saat ini. “Kami ini warga Negara Indonesia, tetapi mana hak kami untuk hidup aman dan layak. Kami terus dikejar-kejar Satpol PP. Katanya kami menganggu keindahan kota, mana hak kami, Pak?” teriak bocah berusia 9 tahun itu disambut tepuk tangan massa aksi.

Kepada Swara Nusa, Slamet mengatakan, melalui AMUK ingin mendorong peran aktif Komnas HAM, sebagai komisi nasional penegakan HAM di Indonesia. Koamnas HAM menurutnya harusa seperti KPK yang bisa melakukan penuntutan. “Kasus pembubaran pelatihan HAM di Depok, Jakarta memberi sinyal tidak optimalnya kinerja Komnas HAM, mereka diam saja saat pelatihannya dibubarkan FPI. Padahal mereka kan komisi nasional bentukan negara”, kata Slamet. 

AMUK merupakan jaringan dari berbagai LSM dan  pergerakan mahasiswa dengan sekitar 30 anggota di dalamnya, beberapa diantaranya ICM, LMND, LBH Yogyakarta, SeTAM, Walhi, PKBI DIY, KAMMI, GMKI, HMI MPO, HMI DPO, SPAY, AJI DAMAI, FPUB, dan lainnya. 

Berbagi di situs jejaring sosial
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Webnews
  • Digg
  • del.icio.us
  • Reddit
  • MySpace
  • Technorati
  • TwitThis

kontributor: [Dominus Tomy]

  • <a href='?lang=&rid=47&id=54'>Evarisan, SH, MH</a> Pelaku Kekerasan Terhadap Perempuan Harus Dikucilkan

    Kekerasan terhadap perempuan terus meningkat. Upaya menguranginya sudah dilakukan. Apakah upaya yang dilakukan memang tidak efektif? Hadziq Jauhary dari Swaranusa,  melakukan wawancara khusus dengan Evarisan, SH, MH, aktivis hak asasi perempuan dari Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia [LRC-KJHAM].

  • <a href='?lang=&rid=47&id=26'>Orry Lesmana (Oriel)</a> Organisasi Komunitas Sebagai Basis Gerakan

    Gerakan LGBT belakangan ini semakin menguat. Di sisi lain, stigmatisasi juga semakin mengeras. Bagaimana startegi komunitas LGBT dalam menghapuskan stigma dan diskriminasi? Berikut wawancara Hadziq Jauhary dari Swaranusa Biro Jawa Tengah, dengan Orie Lesmana, aktivis hak asasi manusia dari komunitas gay.

    Bagaimana gerakan LGBT belakangan ini?

  • <a href='?lang=&rid=47&id=53'>Ronald Ambrosius</a> Berencana Menambah Asrama Perempuan

    Para mantan pengguna narkoba masih sering dianggap sebagai sampah masyarakat. Akibatnya mereka kesulitan bermasyarakat. Padahal mereka yang telah keluar dari jeratan narkoba memiliki segudang pengalaman yang dapat dibagi dengan sesama. Berikut wawancara Dwi Prasetyo dari Swara Nusa dengan Ronald Ambrosius, Kepala Panti Rehabilitasi Narkoba "Galilea Miracle Center" Kalimantan Tengah tentang rehabilitasi narkoba.

Halaman Anggota
Username
Password
Lupa Password
Mendaftar
Langganan via Email
Jajak Pendapat
Apa pendapat Anda terhadap peningkatan anak-anak yang terinfeksi HIV?
Kegagalan program PMTCT
KPAN tidak memiliki strategi
Tidak adanya informasi
Editorial
Hanya Pengingat, Tidak Lebih

Proses panjang, 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan telah dilalui bersama. Berbagai kreasi dimunculkan untuk memperingati berbagai hari penting, mulai dari 25 Nopember, 1 Desember dan 10 Desember. Untuk tahun 2009 amat terasa, dua hari penting lain yang tahun sebelumnya tak begitu terasa denyutynya, Hari Difabel dan Hari Anti Korupsi.

Pesan Singkat
  • 02 08 10 - Imroatus Sholihah:
    Masalah penyimpangan perilaku seks di kalangan remaja BUKAN karena kurang pendidikan seks, TAPI KARENA remaja tidak paham aturan agama, mana yang halal, mana yg haram. Bgaimana dia punya pedoman dalam bergaul. Masalah remaja timbul karena sistem liberal dan karut marut di negara ini.
  • 02 08 10 - Imroatus Sholihah:
    Masalah penyimpangan perilaku seks di kalangan remaja BUKAN karena kurang pendidikan seks, TAPI KARENA remaja tidak paham aturan agama, mana yang halal, mana yg haram. Bgaimana dia punya pedoman dalam bergaul. Masalah remaja timbul karena sistem liberal dan karut marut di negara ini.
  • 12 06 10 - ilahtea:
    kawan2 swaranusa, kita jadikan isu ini menjadi isu nasional yuk. kumpulkan artikel dan data2 dari berbagai daerah tetang pentingnya pendidikan seks.
  • 11 06 10 - ridho:
    justru karena pemerintah tidak memberikan informasi yg memadai untuk remaja, jadinya remaja mencari informasi yang salah tentang kesehatan reproduksi
  • 11 06 10 - galink:
    pendidikan seks kan bukan pendidikan buat ngajarin seks? gimana tho??
  • 10 06 10 - ilahtea:
    kawan, perlukah pendidikan seks di sekolah?? kayanya setuju sama mentri pendidikan., anak2 dah lebih jago ngeseks dari film bokep dibanding harus diajarin di sekolah ^_^
  • 06 06 10 - galink:
    benar, negara belum memberikan kontribusi, malah terus melakukan diskriminasi pada LGBT
  • 05 06 10 - ilahtea:
    hanya ada 1 harapan yang tersisa di negri ini.... cinta!!!
  • 01 06 10 - cornel:
    negara kita blm bsa kasih konstribusi buat LGBT, bagaimana tanggapan kalian?
  • 19 05 10 - wete:
    ada problem multikulktural di tengah masyarakat indonesia, meskipun ada pendidikan karakter sifatnya masih lip service...
  • 08 05 10 - polo:
    terus berjuang
  • 07 02 10 - heni:
    toleransi itu penting!!!!
  • 28 12 09 - Hadziq:
    Indahnya dunia kalau kita saling toleransi. Indahnya hidup kalau kita saling menghargai.
BannerAds
Safe Sex50thn PKBI
Kontak ke SwaraNusa
Pencarian