Youth Day, PKBI Kalteng Gelar Debat Remaja
Memperingati hari remaja internasional (International Youth Day), PKBI Kalimantan Tengah menyelenggarakan debat remaja antar sekolah. Isu virginitas dan pornografi diangkat sebagai topik utama dalam debat remaja yang dilaksanakan Sabtu (7/8). Staff PKBI Kalteng, Jailani, mengatakan, "Virginitas dan pornografi diangkat untuk melihat daya nalar para remaja dalam menanggapi isu tersebut, dan bagimana menjaga sikap mereka."
Sebelumnya, isu virginitas dan pornografi menjadi topik yang ramai diperbincangkan para remaja dalam pelatihan Pusat Informasi dan Konseling-Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR) PKBI Kalteng beberapa bulan lalu. "Ketika para remaja berhadapan dengan yang namanya virginitas, angan-angan mereka lalu menunjuk kepada seks bebas dan perilaku pacaran. Begitu juga dengan pornografi, yang saat ini selalu menghantui remaja karena sifat ingin tahu mereka," tambah Jailani.
Bali Berlari dengan Waktu Hadapi HIV
Menurut data kompilasi Dinas Kesehatan Bali, pada 2008 saja, rata-rata dua orang terinfeksi HIV per hari. Itu yang berhasil dijangkau dan ditemukan saja. Sementara tahun 2010 ini, baru tiga bulan, kasus baru sudah bertambah 152 orang.
Meningkat, Kasus KTD Remaja di Semarang
“Alur dan konsep cerita kaya akan ide dan proses pembelajaran bagi remaja. Acara ini mestinya sering diselenggarakan untuk meminimalisasi dampak buruk dari pergaulaan bebas yang kini makin marak,” kata Ian (21) mahasiswa IAIN Walisongo Semarang.
Gagasan Pernikahan bagi Waria Mulai Dikembangkan
"Sebenarnya yang kita diskusikan bukan nikahnya, tetapi bagaimana kita bisa menyikapi dan menerima waria apa adanya," ujar Abdhul Muiz Ghozali, pengajar Pondok Pesantren Waria Al-Fatah Yogyakarta menjawab berbagai pertanyaan mengenai pernikahan waria saat tampil sebagai narasumber pada Diskusi Keberagaman Orientasi Seks dan Identitas Gender di Pusat Study Kebijakan (PSK) Universitas Gadjah Mada, awal pekan ini.
Lies Marcoes-Natsir, MA: Mitos Seksualitas di Kalangan Santri
"Tiga hal penting berkaitan dengan Kesehatan Reproduksi, didengarkan suaranya, mendapatkan informasi dan mendapatkan layanan," kata Lies Marcoes-Nastsir, saat memfasilitasi Workshop Penyusunan Modul Pelatihan Kesehatan Reproduksi bagi Santri, yang diselenggarakan Fahmina Institut di Cirebon, pada tanggal 18-19 Mei 2010.
Ratusan Tanda tangan dan Pelukan, Warnai IDAHO Jogja 2010
Mereka tidak hanya berkomunikasi dan bersosialisasi saja tentang LGBTIQ, namun juga meminta dukungan masyarakat dengan meminta mereka membubuhkan tanda tangan pada T-shirt yang dikenakan dan diakhiri dengan pelukan tanda dukungan dan kasih sayang sebagai sesama warga masyarakat.Aksi ini merupakan bagian Peringatan Hari Internasional Melawan Homophobia (IDAHO) 2010. Semua T-Shirt yang mereka kenakan, dipenuhi ratusan tanda tangan dari masyarakat, mulai dari buruh gendong beringharjo, tukang becak, pejalan kaki, dan semua mereka yang ditemui dalam perjalanan penggalangan dukungan.
Buktikan Tak Objekkan Komunitas, Selamatkan Warga Ngebong
Penutupan daerah Bong Suwung yang dilakukan oleh PT KAI DAOP VI, ternyata tidak hanya berdampak pada warga pedagang dan pemilik warung tempel saja, namun masih ada 55 KK lainnya dan pengusaha parkir yang juga mengais rejeki ditempat itu.
DIY Segera Memiliki Pergub PRT
Di Propinsi DIY tercatat sekitar 37 ribu pekerja rumah tangga (PRT), 1,5% dari total PRT di Indonesia. Meski begitu, belum ada pengakuan PRT sebagai pekerja, termasuk dari segi hukum, yang berakibat pada buruknya nasib PRT.
Petugas Kesehatan Masih Melakukan Diskriminasi
Kesadaran kritis perlu dibangun pada komunitas untuk menuntut hak-hak dasar atas kesehatannya yang merupakan hak dasar warga negara tanpa diskriminasi. Pemahaman seperti inilah yang hendak dicapai dalamn Pelatihan Pasien Berdaya yang diselenggarakan PKBI DIY, dengan peserta perempuan pekerja seks dan perempuan remaja jalanan, di Jogja pekan silam.Terungkap dalam pelatihan, peserta tidak pernah mencari informasi sebelum mereka pergi ke unit layanan kesehatan. Mereka juga mengaku tidak pernah mendapatkan informasi yang memuaskan dari petugas kesehatan dan merasakan perlakukan petugas kesehatan yang berbeda. "Indikasi diskriminasi seperti ini, hanya ditanggapi dengan diam dan pasrah, sekalipun mereka mengaku merasa tidak nyaman dengan kondisi seperti itu," kata Budi, sebagai Fasilitator pelatihan.
Kasus HIV Dipolitisasi untuk Kepentingan Politis
Kekuatan dan daya jangkau media massa dianggap tetap efektif sebagai alat memberikan informasi yang lengkap, berimbang dan objektif dalam penanggulangan HIV dan AIDS, dan bahaya narkotika. Masyarakat juga akan semakin mudah dan murah untuk mengaksesnya.
-
Pelaku Kekerasan Terhadap Perempuan Harus DikucilkanKekerasan terhadap perempuan terus meningkat. Upaya menguranginya sudah dilakukan. Apakah upaya yang dilakukan memang tidak efektif? Hadziq Jauhary dari Swaranusa, melakukan wawancara khusus dengan Evarisan, SH, MH, aktivis hak asasi perempuan dari Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia [LRC-KJHAM].
-
Organisasi Komunitas Sebagai Basis GerakanGerakan LGBT belakangan ini semakin menguat. Di sisi lain, stigmatisasi juga semakin mengeras. Bagaimana startegi komunitas LGBT dalam menghapuskan stigma dan diskriminasi? Berikut wawancara Hadziq Jauhary dari Swaranusa Biro Jawa Tengah, dengan Orie Lesmana, aktivis hak asasi manusia dari komunitas gay.
Bagaimana gerakan LGBT belakangan ini? -
Berencana Menambah Asrama PerempuanPara mantan pengguna narkoba masih sering dianggap sebagai sampah masyarakat. Akibatnya mereka kesulitan bermasyarakat. Padahal mereka yang telah keluar dari jeratan narkoba memiliki segudang pengalaman yang dapat dibagi dengan sesama. Berikut wawancara Dwi Prasetyo dari Swara Nusa dengan Ronald Ambrosius, Kepala Panti Rehabilitasi Narkoba "Galilea Miracle Center" Kalimantan Tengah tentang rehabilitasi narkoba.
- 02 08 10 - Imroatus Sholihah:
Masalah penyimpangan perilaku seks di kalangan remaja BUKAN karena kurang pendidikan seks, TAPI KARENA remaja tidak paham aturan agama, mana yang halal, mana yg haram. Bgaimana dia punya pedoman dalam bergaul. Masalah remaja timbul karena sistem liberal dan karut marut di negara ini. - 02 08 10 - Imroatus Sholihah:
Masalah penyimpangan perilaku seks di kalangan remaja BUKAN karena kurang pendidikan seks, TAPI KARENA remaja tidak paham aturan agama, mana yang halal, mana yg haram. Bgaimana dia punya pedoman dalam bergaul. Masalah remaja timbul karena sistem liberal dan karut marut di negara ini. - 12 06 10 - ilahtea:
kawan2 swaranusa, kita jadikan isu ini menjadi isu nasional yuk. kumpulkan artikel dan data2 dari berbagai daerah tetang pentingnya pendidikan seks. - 11 06 10 - ridho:
justru karena pemerintah tidak memberikan informasi yg memadai untuk remaja, jadinya remaja mencari informasi yang salah tentang kesehatan reproduksi - 11 06 10 - galink:
pendidikan seks kan bukan pendidikan buat ngajarin seks? gimana tho?? - 10 06 10 - ilahtea:
kawan, perlukah pendidikan seks di sekolah?? kayanya setuju sama mentri pendidikan., anak2 dah lebih jago ngeseks dari film bokep dibanding harus diajarin di sekolah ^_^ - 06 06 10 - galink:
benar, negara belum memberikan kontribusi, malah terus melakukan diskriminasi pada LGBT - 05 06 10 - ilahtea:
hanya ada 1 harapan yang tersisa di negri ini.... cinta!!! - 01 06 10 - cornel:
negara kita blm bsa kasih konstribusi buat LGBT, bagaimana tanggapan kalian? - 19 05 10 - wete:
ada problem multikulktural di tengah masyarakat indonesia, meskipun ada pendidikan karakter sifatnya masih lip service... - 08 05 10 - polo:
terus berjuang - 07 02 10 - heni:
toleransi itu penting!!!! - 28 12 09 - Hadziq:
Indahnya dunia kalau kita saling toleransi. Indahnya hidup kalau kita saling menghargai.









